Belum beli udah mikirin jual. Jadi itu kenyataannya memang," kata Sri Agung Handayani.

"Indonesia sudah survei beberapa tahun tetap saja resale value keluar," tambahnya.

Dukungan dari Akademisi

Pandangan tersebut didukung oleh Pengamat Otomotif sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu.

Ia menegaskan bahwa nilai jual kembali tetap menjadi variabel penting yang menentukan keputusan pembelian kendaraan baru di tanah air.

Berdasarkan hasil riset tim kendaraan listrik ITB, kelompok usia 40 tahun ke atas yang mencakup generasi baby boomers dan Gen X menunjukkan kecenderungan paling kuat dalam memprioritaskan faktor ini.

Data survei nasional mengungkapkan ada sekitar 65 hingga 75 persen responden dari kelompok usia tersebut yang menempatkan nilai jual kembali sebagai kriteria utama untuk kendaraan konvensional (ICE) maupun kendaraan hibrida (HEV) demi stabilitas finansial jangka panjang.

>>> Jadwal Kapal Pelni Surabaya Baubau 25 Mei hingga 4 Juni 2026

"Kelompok konsumen yang secara dominan mempertimbangkan nilai jual kembali (resale value) mobil sebagai bagian dari investasi mencakup generasi baby boomers dan Gen X (usia di atas 40 tahun), merekalah yang sering kali melihat pembelian kendaraan sebagai aset finansial jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarganya," kata Yannes Pasaribu.