Recall Terjadi Saat Nissan Perluas Mobil Elektrifikasi

Penarikan kendaraan berlangsung ketika Nissan sedang memperluas penjualan mobil listrik dan hybrid di China.

Nissan N7 mulai diproduksi sejak 2025 dan sempat menjadi salah satu model andalan perusahaan di pasar domestik. Dalam tujuh bulan pertama penjualan, produksi model itu disebut telah mencapai 50 ribu unit.

Data China EV DataTracker mencatat penjualan Nissan N7 pada April 2026 mencapai 1.635 unit.

Jumlah tersebut naik 18,3 persen dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 145,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Puncak penjualan N7 terjadi pada Agustus 2025 dengan capaian 10.148 unit sebelum melambat pada bulan-bulan berikutnya.

Sementara itu, Nissan N6 plug-in hybrid mulai dipasarkan di China pada akhir 2025 dengan harga awal sekitar US$13.200 atau setara Rp230 jutaan.

Model tersebut juga disiapkan untuk pasar ekspor.

Nissan Tetap Tambah Produk Baru

Di tengah proses recall, Nissan tetap melanjutkan pengembangan kendaraan elektrifikasi di China.

Pada April 2026, perusahaan memperkenalkan SUV Nissan NX8 yang dibekali arsitektur kelistrikan 800V.

Mobil tersebut diklaim memiliki jarak tempuh gabungan hingga 1.450 kilometer dan dipasarkan mulai US$20.750 atau sekitar Rp505 jutaan.

Recall terhadap N7 dan N6 menjadi perhatian karena terjadi saat persaingan mobil listrik dan hybrid di China semakin ketat.