Namun ada kompromi yang cukup terasa. Resolusi layar masih HD Plus sehingga detail gambar belum terlalu tajam untuk ukuran panel yang besar.

Pengguna yang terbiasa menikmati konten video resolusi tinggi kemungkinan akan melihat perbedaannya. Terlebih di harga yang sudah mendekati Rp4 jutaan, beberapa pesaing mulai memakai panel AMOLED Full HD.

Helio G92 Max Cukup untuk Aktivitas Harian

Realme membekali C100 dengan chipset MediaTek Helio G92 Max octa-core. Untuk kebutuhan harian seperti chatting, browsing, hingga multitasking ringan, performanya masih tergolong aman.

Ponsel ini tersedia dalam pilihan RAM 6 GB dan 8 GB dengan memori internal 128 GB atau 256 GB. Sayangnya, penyimpanan internalnya masih menggunakan eMMC 5.1 yang kecepatannya berada di bawah UFS.

Saat dipakai memainkan Mobile Legends atau Free Fire, performanya masih cukup stabil di pengaturan grafis menengah. Tetapi untuk game berat dengan setting tinggi, performanya belum terlalu konsisten.

Realme C100 menjalankan Android 16 yang dipadukan dengan antarmuka Realme UI 7.0. Navigasi dan perpindahan aplikasi terasa cukup ringan untuk penggunaan sehari-hari.

Baterai 8000 mAh Jadi Nilai Jual Utama

Kapasitas baterai menjadi sektor yang paling menonjol dari Realme C100. Dengan baterai 8000 mAh, perangkat ini bisa dipakai seharian penuh bahkan lebih dalam pemakaian normal.

Realme juga menyematkan pengisian cepat 45W agar waktu charging tidak terlalu lama. Selain itu tersedia fitur reverse charging 10W yang memungkinkan HP dipakai sebagai powerbank.

Kapasitas besar ini cocok untuk pengguna yang sering bekerja di luar ruangan atau bepergian dalam waktu lama. Pengguna tidak perlu terlalu sering mencari colokan listrik.

Konsekuensinya ada pada bobot perangkat yang menjadi lebih berat dibanding rival di kelas serupa. Bagi sebagian orang, hal ini bisa terasa cukup mengganggu saat dipakai dalam waktu lama.