Kebiasaan pengemudi meniru gerakan mobil mundur lalu langsung pindah ke gigi maju sambil berputar tajam seperti di film action dapat mempercepat keausan komponen kendaraan.

Aktivitas agresif yang kerap ditiru demi konten media sosial tersebut memberikan tekanan besar pada komponen kaki-kaki, transmisi, dan kopling secara mendadak.

>>> Piaggio Indonesia Luncurkan Vespa GTS Super Tech 250 dan Edisi Terbatas 80 Tahun

Lung Lung, Pemilik Dokter Mobil, menegaskan bahwa tindakan tersebut sebaiknya tidak dilakukan. "Sebenarnya enggak boleh.

Kalau lagi mundur terus langsung diputar balik terus maju lagi kayak di film-film, ya itu tetap harus direm dulu baru masuk gigi satu lagi," ujarnya.

Penekanan berlebih pada sistem transmisi dan kopling terjadi karena kendaraan dipaksa berpindah arah sebelum berhenti dengan sempurna.

>>> Geely Uji Tabrak Ekstrem Dua Skenario Sekaligus di Prancis

"Kalau keadaan normal sehari-hari, ngapain sih dipaksa-paksa? Nanti rusak bro," kata Lung Lung.

Meskipun tindakan darurat diperbolehkan demi keselamatan, kendaraan produksi massal pada dasarnya dirancang untuk mobilitas normal yang mengutamakan kenyamanan di jalan raya.

"Kalau enggak penting-penting amat, ya berhenti dulu. Jangan dipaksa," ucap Lung Lung.

>>> Mobil Listrik Tenaga Surya MAB Solarky Sun V Siap Meluncur di Indonesia

Pengoperasian kemudi, pengereman, serta akselerasi yang halus sangat disarankan untuk memperpanjang usia pakai kendaraan sekaligus menjaga keselamatan para pengguna jalan lain.