>>> Bioskop Araya XXI Malang Rilis Film Baru Saat Libur Idul Adha

Langkah merombak urutan materi sumber asli ini diambil demi menjaga momentum jalannya cerita dalam versi adaptasi televisi.

"It was always in an effort to keep the momentum going," kata Levy.

Menurut Levy, akhir bahagia sangat penting untuk genre novel romantis, tetapi kurang membantu dalam produksi televisi yang dituntut untuk terus menggulirkan kisah baru.

"Happily ever afters are wonderful and so important for this genre of novel, but they're not that helpful for television because we have to keep telling stories," jelasnya.

Levy juga mengungkapkan bahwa ia ingin memberikan akhir bahagia untuk Hannah dan Garrett yang diinginkan penggemar, namun tetap menyisakan pertanyaan untuk musim kedua.

"I want people to tune in Season 2 and watch what we have in store," tambahnya.

Di sisi lain, cerita juga memunculkan dinamika baru lewat kedatangan Hunter Davenport (Charlie Evans) di akhir musim pertama yang memicu kemarahan Dean.

Terkait perubahan alur Hunter dari versi buku, Levy memberikan penjelasan kepada Variety.

"We needed to throw a wrench into Dean and Allie's arrangement to elongate their story.

Pulling from that universe felt right, especially because he is a key player in Summer's story when we eventually get there," kata Levy.

Beberapa detail dari musim pertama juga menjadi sorotan penggemar, seperti alasan Hannah (Ella Bright) berada di ruang ganti yang dipicu oleh hilangnya beasiswa akibat pemotongan anggaran.

>>> Deliana Siahaan Meninggal Dunia, Pemeran Mak Suha Tutup Usia di 71 Tahun

Kondisi keuangan tersebut menjadi motif Hannah menerima kesepakatan tutor dari Garrett Graham (Belmont Cameli).