Metro juga menyediakan jajaran raket terbaru seperti Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, hingga Babolat Pure Aero 2026 yang dilengkapi senar ReString.

>>> Mahasiswa IPB dan Unpad Hadirkan Solusi Inovatif di Desa Wisata Gunung Padang

Acara ini turut menegaskan peran penting komunitas sebagai aset pertumbuhan bisnis.

Berbagai figur dari dunia olahraga, kreatif, hiburan, dan gaya hidup Jakarta hadir, termasuk Dion Wiyoko, Aero Aswar, Aqsa Aswar, hingga Boy Pablo.

Chief Marketing Officer Metro Tennis Terminal, Michael Luhukay, menilai tenis kini berkembang menjadi bagian dari budaya urban yang memadukan olahraga, interaksi sosial, dan ekspresi personal.

"Tenis sedang masuk ke fase yang sangat menarik.

Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle, networking, wellness, dan personal expression," ujarnya.

Michael Luhukay menambahkan bahwa strategi masa depan Metro akan mengombinasikan aspek retail, komunitas, konten, serta pengalaman luring premium untuk memperkuat ekosistem olahraga raket.

"Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting.

Kalau kita bisa membuat orang merasa lebih connected dengan sport, dengan gear, dan dengan komunitasnya, maka brand akan tumbuh dengan cara yang lebih kuat dan organik," kata Michael.

Perubahan pola konsumsi ini memicu brand olahraga global untuk melirik Indonesia sebagai pasar potensial kategori olahraga raket.

Masuknya brand On lewat kolaborasi dengan Metro menjadi indikator kuat perkembangan pasar tenis lokal.

Metro Tennis Terminal sendiri telah berdiri sejak 1977 sebagai retailer olahraga raket di Indonesia yang menyediakan perlengkapan tenis, padel, hingga pickleball.

>>> Ramalan Shio 27 Mei 2026: Empat Zodiak Tionghoa Disarankan Tekun dalam Finansial

Sementara On merupakan brand asal Swiss yang mengunggulkan lini produk performa modern seperti The Roger Pro 3.