Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games, mengonfirmasi bahwa pemasaran Grand Theft Auto 6 (GTA 6) akan dimulai pada musim panas tahun ini.

Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh CEO Take-Two, Zelnick Variasi, di tengah rumor penundaan rilis dan spekulasi harga.

>>> BMKG: Sebagian Sumut Diguyur Hujan saat Iduladha

Pemasaran Dimulai Setelah Musim Panas Tiba

Zelnick menjelaskan bahwa beberapa minggu ke depan belum memasuki musim panas secara teknis. Namun, begitu musim panas tiba, Rockstar akan mulai memasarkan GTA 6.

Pernyataan ini meluruskan spekulasi publik mengenai jadwal prapemesanan yang sempat simpang siur di media sosial.

Harga Belum Diungkapkan

Take-Two belum mengumumkan harga resmi GTA 6. Zelnick menegaskan bahwa pengumuman harga tidak akan disampaikan melalui laporan pendapatan kuartalan.

“Kami tidak pernah membuat pengumuman pemasaran melalui telepon analis,” ujarnya. “Tidak akan pernah.”

Tanggal Rilis Tetap 19 November

Manajemen menekankan bahwa target peluncuran tidak berubah. Zelnick mengulangi tanggal 19 November sebagai hari rilis.

>>> Indeks Kepercayaan Industri Mei 2026 Melesat ke Level 53,56

“Saya pikir mengulangi tanggal 19 November sebagai hari peluncuran hari ini mungkin merupakan hal yang positif,” katanya.

Proyeksi Keuangan Terkait GTA 6

Take-Two mematok target pendapatan tahun fiskal 2026-2027 antara 8 miliar hingga 8,2 miliar dolar AS. Angka ini melonjak 20 persen dari tahun sebelumnya.

Proyeksi tersebut telah memperhitungkan berbagai variabel, termasuk penjualan unit GTA 6. Namun, harga ritel game belum dipublikasikan.

Zelnick menjelaskan bahwa model finansial dibuat berdasarkan asumsi pipeline, jadwal rilis, dan harga. Jika ekspektasi tidak terwujud, bisa karena penundaan atau perubahan harga.

Di samping GTA 6, Take-Two juga bersiap merilis NBA 2K27 pada September mendatang.

>>> Bank of Scotland Cetak Gol Salto McTominay di Uang Kertas 20 Pound

Untuk kuartal Januari-Maret, perusahaan mencatat kerugian GAAP per saham 32 sen dengan pendapatan bersih GAAP 1,68 miliar dolar AS.