Pemerintah didorong untuk memperkuat ekosistem investasi nasional demi memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira, dalam diskusi ekonomi di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).

>>> Dinkes Gorontalo: Tes Viral Load Kunci Sukses Pengobatan HIV

Penguatan fondasi ekonomi dinilai tidak boleh hanya terpaku pada angka produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan data yang dilansir dari Investor Daily, dorongan ini muncul saat realisasi investasi kuartal I-2026 menyentuh Rp 498,8 triliun, atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di tengah capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,61 persen.

Target pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 sendiri ditetapkan sebesar 5,4 persen, sementara target tahun 2027 dipatok pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.

Anggawira menilai bahwa keberhasilan target-target tersebut sangat bergantung pada kekuatan investasi yang masuk.

“Karena bicara kita mau growth yang berkualitas ya harus ada investasi. Kompetisi sekarang ini kan sebenarnya bukan negara versus negara, tapi ekosistem versus ekosistem,” ujar Anggawira.

Aspek fundamental seperti ketahanan energi, stabilitas nasional, kepastian hukum, hingga kesiapan infrastruktur kini menjadi perhatian utama para investor asing.

>>> Menteri PKP Pastikan Rusun Subsidi Meikarta Sesuai Jadwal

Hal-hal tersebut dinilai lebih krusial dibandingkan sekadar melihat besarnya pasar domestik di Indonesia.

“Mungkin ini yang sebenarnya besar, masih menjadi tugas kita,” tutur Anggawira.

Para pelaku usaha kini cenderung mengambil sikap berhati-hati akibat situasi ketidakpastian global yang masih melanda.

Oleh sebab itu, pemerintah diminta menjaga pola komunikasi yang baik dengan para pelaku ekonomi untuk menjaga stabilitas sentimen pasar.

“Banyak statement yang menurut saya seharusnya sangat berhati-hati tetapi disampaikan secara tidak hati-hati. Menurut saya harus lebih disiplin dalam buat statement,” kata Anggawira.

>>> Inflasi Medis Melonjak, Allianz Imbau Masyarakat Evaluasi Polis

Realisasi investasi kuartal pertama tahun ini telah mengamankan 24,4 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).