Pasangan Hestu Prahendra bersama Dicky Hestu dan Desy Prasanti, mantan pembalap nasional era 1995–2000, menjadi contoh sukses.

Mereka mengantar dua putranya, Galang Hendra Pratama dan Aldi Satya Mahendra, menuju kejuaraan dunia.

Pola serupa dialami Veda Ega Pratama, pembalap kelahiran 23 September 2008 asal Gunungkidul.

Kemampuan adaptasinya di lintasan mendapat bimbingan langsung dari sang ayah, Sudarmono, yang merupakan juara nasional Indoprix 2012.

Bimbingan intensif itu memudahkan langkah Veda masuk ke program Astra Honda Racing School (AHRS) hingga menjadi talenta muda menjanjikan di Asia.

Sistem Seleksi Berdasarkan Performa

Meski Yogyakarta mendominasi daftar talenta berbakat, PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan rekrutmen atlet tidak didasarkan pada faktor kedaerahan.

Senior Manager Motorsport Department AHM, Anggono Iriawan, menjelaskan pemilihan atlet murni merujuk pada kompetensi dalam sistem pembinaan berjenjang.

"Sebelumnya kan ada Gerry Salim dan Mario Aji dari Jawa Timur, lalu ada Andi Gilang dari Sulawesi. Kami memilih berdasarkan kemampuan pembalap di perjenjangan yang kami miliki.

>>> Timnas Maroko Hadapi Burundi dalam Laga Persahabatan Jelang Piala Dunia 2026

Dimulai dari Astra Honda Racing School (AHRS)," ucap Anggono.