Yogyakarta kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu daerah penghasil pembalap motor berbakat di Indonesia.

Nama-nama seperti Veda Ega Pratama, Kiandra Ramadhipa, dan Aldi Satya Mahendra berhasil menembus kompetisi internasional dari wilayah ini.

>>> Real Betis Resmi Lepas Chimy Avila Akhir Juni

Kekompakan antaratlet dan keberadaan sekolah balap menjadi faktor utama suburnya talenta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Budaya latihan bersama yang konsisten membentuk ekosistem pembinaan yang sehat.

Latihan Bersama Tanpa Rivalitas

Mantan pembalap internasional asal Yogyakarta, Doni Tata Pradita, mengungkapkan bahwa para atlet di wilayahnya terbiasa berlatih tanpa memandang batas rivalitas.

"Karena kalau pembalap asli Jogja kompak, kalau mulai latihan sehari-harinya di Jogja. Selalu bersama, tidak ada kompetitor atau gap antara rival," ujar Doni Tata.

Para atlet balap rutin berkumpul untuk menjalani latihan fisik dan berkendara bersama. "Jadi latihan di Stadion Mandala Krida selalu bareng semua.

Dari latihan fisik, program latihan sehari-hari selalu jadi satu, selalu berjumpa dan berteman dengan baik," lanjutnya.

Agenda latihan bersama dilakukan di berbagai tempat lintasan balapan. "Contoh latihan di Sirkuit Pasar Sapi, Mandala Krida, sampai di sirkuit Boyolali, selalu latihan bersama," papar Doni.

Hubungan harmonis juga terjalin di antara lembaga pendidikan balap di Yogyakarta.

"Di Jogja ada beberapa sekolah balap, Sudarmono, D45, Octvz, tempat saya sendiri, dan kita berteman baik, berlatih bersama," kata Doni.

Regenerasi Melalui Dinasti Keluarga

Faktor lain yang memperkuat dominasi pembalap Yogyakarta adalah regenerasi dalam ikatan keluarga. Lingkungan rumah menjadi tempat utama bagi calon atlet untuk mengenal atmosfer kompetisi sejak dini.

>>> Cremonese Degradasi dari Serie A Usai Finis Peringkat ke-18