• Unduh aplikasi Cek Bansos resmi buatan Kemensos RI di Google Play Store atau App Store.
  • Buat akun baru menggunakan NIK KTP, nomor Kartu Keluarga (KK), dan swafoto memegang KTP asli.
  • Tunggu verifikasi admin yang biasanya memakan waktu 1x24 jam hingga akun diaktifkan.
  • Masuk ke menu profil atau "Cek Bansos" setelah login.
  • Pilih wilayah domisili mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa sesuai KTP.
  • Ketik nama lengkap sesuai KTP beserta huruf kode captcha.
  • Klik tombol "Cari Data" untuk memunculkan riwayat status kesejahteraan dan daftar bantuan yang diterima.

Jika terdaftar, sistem akan menampilkan detail status kepesertaan.

Meski angka desil spesifik terkadang disembunyikan, status "Ya" pada kolom bantuan seperti PBI JK atau PKH mengindikasikan berada di rentang Desil 1 hingga 4.

Jenis Bantuan Berdasarkan Kategori Desil 2026

Berikut matriks bantuan pemerintah berdasarkan kelompok desil:

  • Sangat Miskin & Miskin (Desil 1-2): PKH, BPNT, KIP Kuliah, PIP, BPJS Kesehatan PBI, Bansos Beras.
  • Hampir Miskin & Rentan (Desil 3-4): KIP Kuliah (skema tertentu), BPJS PBI, Subsidi Listrik/LPG.
  • Menengah ke Bawah (Desil 5-6): Cenderung tidak mendapat bansos tunai, namun masih bisa dipertimbangkan untuk subsidi barang tertentu.
  • Menengah ke Atas (Desil 7-10): Tidak berhak menerima bantuan sosial berbasis kemiskinan.

Tabel di atas merupakan estimasi penyaluran umum tahun 2026. Keputusan final tetap di tangan instansi penyelenggara.

Kenapa Data NIK Tidak Ditemukan?

Saat cek penerima PIP berdasarkan NIK, hasil sering nihil. Beberapa alasan logis:

  • Belum Pernah Diusulkan: Keluarga belum pernah didata atau diusulkan aparat desa ke dalam sistem DTKS.
  • Data Ganda/Anomali: Ketidakcocokan ejaan nama atau NIK antara database Dukcapil dan Kemensos.
  • Dianggap Sudah Mampu: Sistem mendeteksi peningkatan ekonomi, misalnya ada anggota keluarga yang baru menjadi ASN, TNI, Polri, atau karyawan BUMN.