PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) mengumumkan langkah strategis dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Melalui anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), perusahaan ini bergabung dalam konsorsium bersama Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd.

>>> Tips Menjaga Keharmonisan Pernikahan Pasangan Introvert dan Ekstrovert

Proyek tersebut akan berlokasi di wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Kemitraan Strategis dengan Danantara

Langkah ini menyusul keputusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang menunjuk Zhejiang Weiming sebagai mitra kerja sama.

Direktur Utama SOFA Denny Rizal menjelaskan bahwa pembentukan konsorsium ini sesuai dengan ketentuan Danantara.

Ketentuan tersebut mewajibkan mitra operator internasional untuk menggandeng entitas lokal Indonesia.

Tujuannya untuk mendorong transfer teknologi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan setempat.

Zhejiang Weiming dipilih karena rekam jejaknya yang besar, dengan capaian produksi listrik dari pengolahan sampah sebesar 4,62 miliar kWh pada tahun 2025.

>>> IHSG 26 Mei 2026 Diprediksi Menguat, Terdorong Sentimen Global

AEA, yang sahamnya dimiliki SOFA sebesar 99% dan PT Asia Investment Capital (AIC) sebesar 1%, akan mengurus perizinan dan hubungan dengan pemerintah daerah.

Dampak Finansial Jangka Panjang

Kerja sama ini diproyeksikan memberikan dampak finansial jangka panjang yang stabil bagi perusahaan.

Potensi arus kas jangka panjang dapat diprediksi melalui skema perjanjian pembelian daya (PPA) selama 30 tahun dengan PLN.

Tarif yang disepakati adalah tetap sebesar US$ 0,20 per kWh.

Ini juga menjadi landasan untuk partisipasi dalam gelombang kedua dan seterusnya dari program PSEL Danantara, yang mencakup 25 kota dalam pipeline nasional.

>>> IASC dan 9 Negara Tangkap 3.018 Tersangka Penipuan Digital Lintas Negara

Pengumuman ini berdampak positif di pasar modal. Saham SOFA menguat 9,47% ke level Rp 370 per lembar pada perdagangan Senin (25/5/2026).