CEO Xiaomi, Lei Jun, memprediksi harga ponsel pintar akan semakin mahal dalam beberapa tahun ke depan.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga komponen chip memori dan penyimpanan di seluruh industri elektronik.

>>> Karyawan Best Buy Diduga Curi Foto Intim Pelanggan Saat Servis iPhone

Lei Jun menyampaikan pernyataan tersebut saat peluncuran Xiaomi 17 Max pada Kamis (21/5/2026). Ia memperkirakan tekanan biaya produksi akan berlangsung hingga tahun 2028.

Dampak di China

Kenaikan harga suku cadang telah mulai berdampak di pasar China.

Sejumlah model ponsel mengalami kenaikan harga antara 200 hingga 400 yuan, atau sekitar Rp 520.372 hingga Rp 1 jutaan, sejak Maret 2026.

>>> Vivo Siap Luncurkan Seri S60 dengan Baterai Raksasa 7200mAh

Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, memperkirakan harga ponsel flagship premium dari vendor China bisa menembus 10.000 yuan (sekitar Rp 25 jutaan) pada akhir tahun ini.

Hal ini akibat tekanan biaya dari pemasok hulu yang masih tinggi.

Upaya Xiaomi

Xiaomi berupaya meminimalkan dampak ke konsumen melalui efisiensi rantai pasok dan optimalisasi teknologi internal. Perusahaan juga menanggung sebagian kenaikan biaya produksi agar harga jual tidak langsung melonjak drastis.

>>> Honor Luncurkan Tablet Pad 20 dengan Layar 3K dan Snapdragon 7 Gen 3

Pihak manajemen mengimbau konsumen yang biasa memperbarui perangkat setiap tahun untuk segera membeli. Langkah ini agar mereka tidak menghadapi harga yang lebih tinggi di masa mendatang.