Lisuan Technology, perusahaan asal China, kini meluncurkan kartu grafis gaming ritel LX 7G100. Produk ini telah melewati tahap pengujian performa dan menunjukkan peningkatan signifikan dibanding versi sampel.

Hasil pengujian yang beredar di platform BiliBili memperlihatkan kemampuan GPU ini menjalankan berbagai game modern dengan kinerja cukup baik.

>>> China Blokir Distribusi Kartu Grafis Nvidia RTX 5090D V2

Langkah ini menjadi pencapaian penting bagi industri semikonduktor China karena dikembangkan dengan hardware, arsitektur, driver, dan ekosistem software mandiri.

Spesifikasi dan Harga

Kartu grafis ini dibekali memori GDDR6 12 GB dan empat port DisplayPort 1.4a.

GPU mendukung output visual hingga resolusi 8K 60 Hz HDR serta kompatibel dengan API grafis modern seperti DirectX 12, Vulkan 1.3, OpenGL 4.6, dan OpenCL 3.0.

Lisuan Technology membanderol produk ini sekitar 3.300 yuan atau setara Rp 8,5 juta.

Pada harga tersebut, LX 7G100 berada di kelas yang sama dengan Nvidia GeForce RTX 5060 Ti.

Performa dan Perbandingan

Data pengujian menunjukkan kinerja LX 7G100 masih tertinggal jauh dari pesaingnya. Dalam benchmark sintetis 3DMark, performanya setara dengan GeForce RTX 3060 yang dirilis lima tahun lalu.

Pada game Cyberpunk 2077 resolusi 1080p dengan FSR 3 Quality dan frame generation, LX 7G100 mencatat rata-rata 88 fps.

>>> Tombol MacBook Pro Meleleh Akibat Kelalaian Pasang Skin Pakai Hair Dryer

Sebagai perbandingan, GeForce RTX 4060 mencapai 232 fps dan Intel Arc B580 243 fps.

Di game Black Myth: Wukong, GPU ini hanya menghasilkan sekitar 56 fps. Sementara di Forza Horizon 5 dengan pengaturan Low, frame rate mentok di 48 fps.

Stabilitas dan Catatan Driver

Meskipun tertinggal secara angka, pengulas mencatat bahwa mayoritas game modern berjalan stabil dengan tingkat crash minim.

Stabilitas ini menjadi lompatan besar dibanding proyek GPU lokal sebelumnya seperti Moore Threads MTT S80 yang sempat bermasalah dengan kompatibilitas game.

Namun, software pendukung masih perlu banyak perbaikan. Panel kendali driver berdesain sederhana dengan fitur pemantauan terbatas.

Kemampuan overclocking juga belum konsisten.

Selain itu, LX 7G100 belum memiliki dukungan hardware ray tracing terintegrasi; teknologi tersebut baru akan hadir pada arsitektur generasi kedua.

>>> Profil Desy, Istri Baru Anji yang Dinikahi Secara Privat

Secara keseluruhan, produk ini lebih menarik sebagai bukti pencapaian teknologi semikonduktor China daripada sebagai GPU ritel siap pakai bagi gamer.