Manajer Manchester City Pep Guardiola memperingatkan manajemen klub agar tidak sekadar menyalin dan menempel metodenya dalam menunjuk pelatih baru.

Hal ini disampaikan menjelang kepergiannya dari Stadion Etihad pada akhir musim ini.

>>> Carlos Queiroz Diminta Bangun Alur Serangan Ghana Lewat Antoine Semenyo

Pengumuman tersebut memicu spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan klub. Guardiola dipastikan menyelesaikan masa baktinya yang telah berlangsung selama satu dekade sejak Juli 2016.

Pelatih berusia 55 tahun itu dijadwalkan memimpin pertandingan terakhirnya melawan Aston Villa pada Minggu mendatang. Ia meninggalkan catatan enam gelar liga dan satu trofi Liga Champions.

Mantan asisten Guardiola, Enzo Maresca, saat ini dilaporkan menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi manajer. Namun dewan direksi klub dibebaskan sepenuhnya dari intervensi Guardiola dalam proses pemilihan tersebut.

"Meniru dan menempelkan gaya orang lain tidak akan berhasil dalam pekerjaan seperti ini," kata Guardiola.

Ia menegaskan pentingnya keaslian taktik bagi penerusnya. Transisi kepemimpinan di tubuh klub berjuluk The Citizens tersebut diharapkan berjalan lancar.

"Anda harus unik, alami, dan menjadi diri sendiri. Manajer baru itu pun akan menjadi dirinya sendiri.

Begitu mulai menjadi tiruan dari orang lain... Setiap orang adalah dirinya sendiri.

Harus seperti itu. Dan itulah mengapa semuanya akan berjalan dengan baik," ujar Guardiola.

Mengenai kelanjutan kariernya sendiri, Guardiola menepis rumor yang mengaitkannya dengan posisi pelatih di level internasional. Termasuk jabatan manajer tim nasional Inggris.

>>> Pep Guardiola: Manchester City Bukan Lagi Tetangga Berisik

"Saya tidak memiliki rencana pasti mengenai masa depan saya kecuali beristirahat dan menghabiskan waktu yang terlewatkan bersama anak-anak saya.

Saya ingin melakukan banyak hal yang belum sempat saya lakukan," ujarnya.