Seorang pemuda di China menggunakan cara unik untuk merespons orangtuanya yang sering percaya mitos dan nasihat kuno.

Alih-alih berdebat langsung, ia menciptakan karakter profesor palsu berbasis kecerdasan buatan (AI).

>>> Google Kenalkan Wear OS 7 untuk Hemat Baterai Smartwatch

Sosok profesor virtual itu ditampilkan sebagai pria paruh baya berwibawa.

Karakter ini mengelola akun media sosial bernama "Lao Zhao jiang dao li" atau "Pak Zhao bicara masuk akal".

Melalui akun tersebut, "Pak Zhao" rutin mengunggah artikel dan video tentang hubungan orangtua-anak serta mitos. Topik yang dibahas meliputi tekanan pernikahan hingga penentuan karier oleh orangtua.

Pembuat akun sengaja menghadirkan "Pak Zhao" karena nasihatnya sebagai anak selalu diabaikan. Ia menyadari orangtuanya lebih memercayai figur yang lebih tua, berpendidikan, dan berwibawa.

Pemuda ini mengaku sering dikirimi artikel pandangan lama yang tidak relevan oleh orangtuanya. Di China, informasi semacam itu dikenal sebagai "toxic chicken soup".

Merasa lelah berdebat, ia memilih memanfaatkan figur rekaan komputer yang dinilai lebih efektif memengaruhi sudut pandang orangtua.

>>> Sinopsis Ice Road, Bioskop Trans TV 24 Mei 2026

Rekayasa Identitas Akademisi

Profil "Pak Zhao" dirancang sangat meyakinkan agar terlihat seperti akademisi nyata. Akun tersebut mengklaim sebagai pensiunan profesor dari Chongqing yang meneliti hubungan keluarga selama 30 tahun.

Identitas fiktif itu juga mencantumkan riwayat pendidikan di Singapura serta kepemilikan berbagai publikasi ilmiah. Pada awal peluncuran, pembuat akun langsung mengunggah 18 artikel sekaligus.

Selain tulisan, video berbasis AI juga diproduksi untuk memperlihatkan sosok "Pak Zhao" berbicara layaknya motivator. Teknologi AI mempermudah produksi konten secara kilat.

Dukungan Komunitas Warganet

Langkah pemuda ini mendapat dukungan dari netizen lain yang ikut memperkuat kredibilitas sang profesor palsu di kolom komentar.

Beberapa pengguna mengaku pernah menghadiri seminarnya, sementara yang lain bersaksi hubungan keluarga mereka membaik.

Warganet bahkan membuat foto dokumentasi seminar buatan menggunakan AI agar karakter tersebut semakin tampak nyata.

>>> Yang Perlu Diketahui dari Film Panjang Masha and the Bear

Banyak pengguna media sosial meminta "Pak Zhao" membahas stereotip gender hingga pandangan bahwa pegawai negeri adalah satu-satunya pekerjaan sukses.