Dandhy Laksono Ungkap Skema Pendanaan Film Dokumenter Pesta Babi. Sutradara dokumenter Dandhy Dwi Laksono menjelaskan asal pendanaan film Pesta Babi yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurut dia, produksi film tersebut tidak menggunakan anggaran negara sehingga tidak ada kewajiban untuk melaporkan rincian pembiayaannya kepada pemerintah.

Dandhy mengatakan seluruh pihak yang ikut mendukung produksi sudah dicantumkan secara terbuka melalui logo yang tertera pada poster resmi film.

“Di film Pesta Babi, setelah judul Pesta Babi, dan semua nama orangnya jelas, teman-teman bisa melihat logo-logo yang ada di poster film. Itulah para kolaborator. Jadi itulah lembaga-lembaga yang patungan untuk membiayai film ini,” ujar Dandhy dalam keterangannya.

Ia juga menepis anggapan yang menyebut tim produksi memiliki dukungan dana besar karena bisa beberapa kali melakukan perjalanan ke Papua Selatan selama proses pengambilan gambar.

Menurut Dandhy, para kru bekerja tanpa menerima bayaran komersial. Sistem kerja yang dipakai disebut berbasis gotong royong.

“Kami semua yang bekerja di situ, saya sebagai sutradara, Bang Cypri sutradara, para produser, para director of photography, videografer, itu nggak ada yang dibayar,” katanya.

>>> Selisih Umur Anji dan Dena Desy Berapa? Inilah Biodata Penyanyi yang Menikah Untuk Kedua Kalinya

Dandhy lalu menjelaskan pola kerja rumah produksi Watchdoc dalam proyek dokumenter tersebut. Dukungan yang diberikan lebih banyak berupa fasilitas produksi dan tenaga lapangan.

Watchdoc Sediakan Peralatan dan Tim Lapangan

Dalam proses produksi, Watchdoc menyediakan perlengkapan kamera sekaligus personel juru kamera yang turun langsung ke lokasi syuting.

Sementara kebutuhan operasional lain, termasuk logistik serta tiket perjalanan menuju Papua Selatan, disebut ditanggung bersama oleh sejumlah lembaga masyarakat sipil yang ikut menjadi kolaborator.

Dandhy menilai pola pendanaan kolektif itu membuat proses produksi berjalan lebih dekat dengan semangat independen yang selama ini dijalankan timnya.

“Jadi kami semua benar-benar mengerjakan ini dengan gotong royong, dengan patungan, dan kami percaya bahwa usaha ini justru akan lebih membuat filmnya passionate,” tutupnya.