Masa depan jangka panjang Marc Marquez di MotoGP masih menjadi tanda tanya. Cedera bahu kanan yang dialaminya usai kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025 membuat performanya belum maksimal.

Pembalap Ducati itu mengakui masalahnya bukan pada motor, melainkan kondisi fisik yang tidak 100 persen.

>>> Florian Wirtz Bantah Unggahan Mohamed Salah Sindir Arne Slot

Hingga saat ini, ia belum meraih podium di balapan hari Minggu pada MotoGP 2026.

Kontrak Marquez bersama Ducati akan berakhir pada akhir MotoGP 2026. Ducati menginginkan komitmen dua tahun hingga 2028, namun Marquez ragu karena kondisi fisiknya.

Ia lebih memilih kontrak 1+1 tahun untuk melihat perkembangan di 2027. Situasi ini memicu spekulasi bahwa Marquez mungkin pensiun.

Inspirasi dari Keraguan

Mat Oxley, mantan pembalap yang kini menjadi penulis, meyakini pembicaraan soal pensiun justru akan memotivasi Marquez.

Dalam kolomnya untuk MotorSport Magazine, Oxley mengatakan Marquez memiliki keinginan membuktikan orang-orang salah.

>>> Pep Guardiola Jalani Laga Perpisahan Emosional di Pekan Terakhir Manchester City

"Inilah semangat pantang menyerah yang menjadi inti dari semua pembalap motor hebat," ujar Oxley. Ia mencontohkan John Surtees yang sukses berkat kekeraskepalaan keluarga.

Marquez sendiri tidak terobsesi mengejar rekor.

Ia hanya butuh satu gelar lagi untuk menyamai Valentino Rossi dan dua untuk melewati Giacomo Agostini, namun ia tidak terganggu.

"Saya rasa tidak baik memiliki obsesi. Jika Anda terobsesi, Anda tidak akan mengelola semuanya dengan benar," kata Marquez.

Ia ingin balapan di era 850cc yang dimulai 2027, karena motor baru dianggap lebih menghargai bakat pembalap.

>>> Naegohyang FC Amankan Tiket Piala Champions Wanita FIFA

Namun, ia sadar suatu hari akan digantikan, dan Fermin Aldeguer disiapkan Ducati sebagai pengganti.