Honda NSR250 MC28 hasil modifikasi Riswan Rusdiansyah menarik perhatian di The Elite Showcase, ICE BSD City, pada 9 Mei 2026.

Motor dua tak legendaris ini digarap oleh Riswan yang juga menjabat sebagai COO The Elite.

>>> Pertamina Bantah Pembatasan Pembelian Pertalite Mulai Juni 2026

Sentuhan modern premium berpadu dengan siluet khas motor Grand Prix era 1990-an. Material premium, detail karbon, dan livery bernuansa motorsport menjadi ciri utama.

Desain fairing dengan moncong depan kotak, lampu ganda khas motor balap lawas, serta buritan tinggi tetap dipertahankan. Tampilannya kini lebih agresif.

Kombinasi warna hitam, merah, dan silver diaplikasikan menyerupai motor balap HRC zaman kejayaan Honda di kelas dua tak.

Pemilik motor sengaja tidak mengekspos serat karbon secara penuh agar kendaraan terlihat lebih elegan.

Bodi Full Dry Carbon dan Livery Khusus

Seluruh bodi kit menggunakan material full dry carbon aftermarket dari Tyga Performance.

Serat karbon hanya terlihat di beberapa area seperti windshield, sepatbor depan, dan detail fairing. Sisa bodi dibalut cat rapi hasil kerja Square Project.

Livery HRC bergaya retro-modern dipadukan dengan logo Honda berukuran besar pada fairing samping. Aksen merah menyala dibantu tim Garasi 64.

>>> Korlantas Polri Resmi Luncurkan SIM Digital Berbasis Aplikasi

Riswan mengatakan motor ini sangat istimewa karena populasinya semakin langka di Indonesia. Ia dipercaya untuk membangun NSR250 ini.

Kaki-Kaki Mewah dengan Pelek Rotobox

Komponen kaki-kaki menjadi bagian paling mencolok berkat pelek karbon premium asal Slovenia, Rotobox.

Pelek dengan desain palang futuristis ini biasanya menjadi pilihan pemilik moge di atas 250 cc. Harganya berkisar Rp 60 jutaan hingga Rp 90 jutaan di Indonesia.

Bobot kendaraan lebih ringan berkat material karbon, sehingga kelincahan saat bermanuver meningkat.

Sektor depan menggunakan suspensi upside down berwarna emas yang memberikan nuansa motor balap era GP.

Sistem pengereman roda depan mengandalkan cakram ganda dengan kaliper performa tinggi. Area belakang dirancang bersih tanpa aksesori tambahan.

Knalpot model racing dengan leher ekspansi khas mesin dua tak dipasang presisi mengikuti lekukan bodi.

>>> Pertamina Ungkap Penyebab Barcode BBM Subsidi Hilang Mendadak

Kokpit tetap mempertahankan nuansa analog khas motor sport Jepang era 1990-an. Tangki bensin dibiarkan polos dengan emblem sayap Honda merah di sisi atas.