Thomas Grové, seorang pengembang game, melakukan eksperimen unik dengan membandingkan dua game engine populer: Unity dan Godot Engine.

Ia menggunakan proyek game horor petualangan yang sedang ia kembangkan sebagai tolok ukur.

>>> Link Streaming Resmi Yomi no Tsugai Episode 8 Sudah Rilis

Eksperimen ini dilatarbelakangi oleh kesulitan Grové dalam menentukan engine yang paling ideal untuk proyeknya.

Melalui video terbaru, ia menunjukkan bahwa kedua engine mampu mencapai performa optimal, bahkan melampaui target frame rate 60fps.

Namun, perbedaan signifikan justru terlihat pada aspek pengalaman pengembangan sehari-hari. Unity memakan ruang penyimpanan hingga 21GB, termasuk Unity Hub dan komponen tambahan.

Sementara itu, Godot hanya membutuhkan sekitar 164MB.

Kecepatan Kompilasi dan Build

Dalam hal kompilasi script, Unity memerlukan waktu sekitar 15 detik, sedangkan Godot hanya 0,3 detik.

>>> Tiket Konser Westlife di Stadion Utama GBK Habis Terjual

Proses build awal proyek juga jauh berbeda: Unity memakan waktu hingga 15 menit, sementara Godot hanya beberapa detik.

Perbedaan durasi yang sangat signifikan ini membuat proses iterasi pengembangan terasa lebih efisien. Atas dasar efisiensi tersebut, Grové memutuskan untuk melanjutkan proyek game horornya menggunakan Godot.

Meski demikian, Grové menekankan bahwa hasil eksperimen ini bersifat subjektif dan tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak bagi semua pengembang.

Perbandingan kedua platform juga ramai diperbincangkan di Reddit, dengan beberapa developer mengeluhkan kompilasi Unity yang semakin lambat.

Namun, sebagian pengembang lain menilai Godot masih memiliki keterbatasan untuk proyek skala besar.

>>> Garena Bagikan Kode Redeem Free Fire Terbaru Akhir Mei 2026

Berdasarkan survei GDC 2026, Unity tetap menjadi engine paling dominan di industri profesional, meskipun popularitas Godot terus meningkat.