>>> Auckland FC vs Sydney FC di Final A-League Men: Sejarah Baru

Henderson juga dikenal nyaman bermain dalam tekanan. Dalam pertandingan kontra Newcastle United, ia bergerak cepat mendekati Yarmolyuk yang ditekan lawan.

Dengan satu sentuhan, ia melepaskan umpan pendek memutar yang melewati dua gelandang lawan.

Kemampuan mengirim umpan jauh juga masih menjadi nilai tambah.

Musim ini ia mencatat dua assist lewat umpan panjang yang menembus garis pertahanan, saat melawan Manchester United dan Chelsea.

Kecocokan dengan Lini Tengah Inggris

Hal lain yang dipertimbangkan adalah kecocokan profil Henderson dengan komposisi lini tengah Inggris. Berdasarkan model analisis The Athletic, tujuh gelandang pilihan Tuchel memiliki enam tipe peran berbeda.

Henderson memiliki profil unik sebagai "Channel-ball Progressor", yakni gelandang yang bertugas mengalirkan permainan dari area dalam menggunakan variasi umpannya.

Namun, profil itu saja belum cukup menjadi alasan utama.

Model tersebut juga menunjukkan Inggris kekurangan gelandang kreatif murni, tipe yang bisa diisi Palmer atau Foden. Adam Wharton dengan karakter "Anchoring Midfielder" juga dinilai bisa memberi warna berbeda.

Memang ada irisan peran antargelandang. Declan Rice tetap mampu bergerak ke area permainan Henderson, walaupun dikategorikan sebagai "Midfield Catalyst".

Ketika kemampuan teknis Henderson dipadukan dengan kualitas kepemimpinan dan pengaruhnya di dalam tim, Tuchel tampaknya merasa Inggris membutuhkan sosok seperti dirinya.

>>> Timnas Kongo Terancam Gagal di Piala Dunia 2026 karena Karantina Ebola

Henderson mungkin bukan pilihan paling eksplosif, tetapi pengalaman dan ketenangannya diyakini menjadi elemen penting.