Sejumlah kuil Buddha di Kota Busan, Korea Selatan, dan sekitarnya membuka pintu bagi ARMY, penggemar BTS. Mereka menawarkan tempat menginap gratis atau bertarif sangat murah.

Langkah ini diambil menyusul melonjaknya harga hotel secara drastis menjelang konser reuni BTS.

>>> BlackBerry Ltd Fokus ke Keamanan Siber Setelah Setop OS Ponsel

Konser dijadwalkan pada 12 dan 13 Juni 2026 sebagai bagian dari tur perdana setelah ketujuh anggota menyelesaikan wajib militer.

Program Temple Stay untuk ARMY

Kuil-kuil ikonik seperti Beomeo, Naewonjeong, Hongbeop, dan Seonam di Busan, serta kuil di Changwon, Yangsan, dan Miryang, berkomitmen menyediakan ruang tidur.

Fasilitas ini dikemas melalui program Temple Stay, yang awalnya dibentuk saat Piala Dunia 2002.

Program ini kini difungsikan sebagai jaring pengaman bagi penggemar yang kehabisan akomodasi. Pengunjung yang menginap wajib mematuhi aturan ketat.

Aturan tersebut meliputi menghormati jam malam, menjaga ketenangan, mengikuti jadwal check-in dan check-out, serta mengenakan seragam khusus kuil.

Mereka juga harus mengikuti aktivitas komunal seperti meditasi dan mengonsumsi makanan vegetarian.

"Konser BTS di Busan adalah daya tarik budaya besar bagi penggemar dari seluruh dunia.

Kami ingin membagikan semangat kemurahan hati dan keramahan kuil," tulis pernyataan resmi Korps Kebudayaan Buddhisme Korea.

Lonjakan Tarif Hotel yang Tak Masuk Akal

Langkah penyelamatan ini dipicu oleh praktik tengkulak dan lonjakan harga hotel sejak jadwal konser diumumkan Januari lalu.

>>> Hidden Game Berevolusi: dari Top Up Game Jadi Sistem Transaksi Harian

Investigasi Chosun Daily terhadap 135 fasilitas akomodasi di Busan menunjukkan rata-rata tarif melonjak hingga 433.999 won (sekitar Rp5,1 juta) per malam, naik 2,4 kali lipat.