Kewajiban menjalani karantina ketat selama 21 hari terkait wabah Ebola mengancam keikutsertaan Timnas Kongo di Piala Dunia 2026.

Peringatan keras disampaikan Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, pada Jumat (23-5-2026) waktu setempat.

>>> Marc Marquez Soroti Kondisi Fisik Jelang GP Spanyol

Saat ini, skuad Kongo yang dijuluki The Leopards tengah berada di Belgia untuk pemusatan latihan dan dua laga uji coba.

Mereka dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat, namun harus memenuhi aturan karantina.

Pemerintah AS mewajibkan tim asuhan Sebastien Desabre berada dalam sistem gelembung tertutup penuh selama tiga pekan. Hal ini demi menjaga keamanan kesehatan nasional.

"Kami sudah sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga integritas gelembung selama 21 hari sebelum datang ke Houston pada 11 Juni," kata Giuliani.

Pihak otoritas AS menegaskan tidak akan memberikan toleransi untuk mencegah potensi penyebaran virus Ebola.

"Kami juga sudah menegaskan kepada pemerintah Kongo bahwa mereka harus mempertahankan gelembung itu atau berisiko tidak bisa melakukan perjalanan ke AS," lanjutnya.

Kebijakan ketat ini diambil karena AS memandang serius aspek kesehatan dan keamanan turnamen di tengah wabah Ebola di Afrika Tengah.

"Kami ingin memastikan tidak ada apa pun yang masuk atau mendekati perbatasan kami," ujar Giuliani.

Mayoritas pemain Kongo berbasis di luar negeri, seperti di Prancis. Namun, beberapa staf tim dilaporkan baru meninggalkan Kongo pekan ini.

>>> Liverpool dan Bournemouth Berpeluang Jalani Laga Playoff Liga Champions

Pemisahan personel yang baru tiba menjadi krusial.

"Jika ada orang lain yang datang, mereka harus memiliki gelembung terpisah. Jika mereka menunjukkan gejala, mereka membahayakan peluang seluruh tim," kata Giuliani.