Khutbah Jumat Dzulhijjah 2026 tentang Tiga Wasiat Rasulullah untuk Umat Islam

Bulan Dzulhijjah kembali hadir membawa momentum ibadah dan pengingat penting bagi umat Islam. Selain identik dengan pelaksanaan haji dan kurban, bulan ini juga menyimpan pesan mendalam dari Rasulullah SAW yang pernah disampaikan di hadapan para sahabat saat Idul Adha.

Dalam khutbahnya, Nabi Muhammad SAW mengulang beberapa nasihat secara berulang. Pengulangan itu bukan tanpa alasan. Rasulullah ingin umat Islam menjaga pesan tersebut sebagai pegangan hidup, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Khutbah Jumat kali ini mengangkat tiga pelajaran penting dari sabda Rasulullah SAW pada bulan Dzulhijjah yang hingga kini masih sangat dekat dengan kehidupan umat Islam.

>>> Harga Emas 23 Mei 2026: Antam Bertahan di Level Rp 2,7 Juta

Kemuliaan Bulan Dzulhijjah

Allah SWT menetapkan beberapa bulan mulia dalam Islam, salah satunya Dzulhijjah. Bulan ini menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan berbagai amal saleh yang memiliki keutamaan besar.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram.”

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga disebut memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana firman Allah SWT:

وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Artinya: “Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Sejumlah ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai sepuluh malam pertama Dzulhijjah. Pada hari-hari itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, puasa sunnah, doa, dan amal kebajikan.