Sebanyak 99% Gen Z dan 100% milenial Indonesia menyebut pekerjaan yang bermakna sangat penting bagi kepuasan kerja mereka.

Bahkan, 44% Gen Z dan 38% milenial mengaku pernah menolak tugas atau tawaran kerja karena dianggap tidak sesuai dengan nilai pribadi mereka.

>>> Kim Jae Joong Hentikan Program Pembekuan Sperma karena Aturan Penyimpanan

Selain itu, hubungan sosial di kantor juga dianggap penting.

Sebanyak 75% Gen Z dan 88% milenial di Indonesia mengaku memiliki rekan kerja yang sudah dianggap sebagai teman dekat.

Mau Jadi Pemimpin, Tapi Tak Mau Burnout

Riset Deloitte juga menemukan pekerja muda Indonesia sebenarnya tertarik menjadi pemimpin. Sebanyak 85% Gen Z dan 81% milenial mengaku ingin menduduki posisi kepemimpinan suatu hari nanti.

Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata global.

Namun uniknya, hanya 3% Gen Z dan 2% milenial yang menjadikan posisi pemimpin sebagai target karier utama saat ini.

Mayoritas justru lebih fokus mengejar kemandirian finansial dan work-life balance.

Kekhawatiran soal stres, burnout, dan terganggunya keseimbangan hidup menjadi alasan utama banyak pekerja muda ragu mengambil posisi kepemimpinan terlalu cepat.

"Fenomena ini mencerminkan generasi yang sebenarnya ingin memimpin, tetapi dengan cara yang lebih sustainable," tulis Deloitte dalam laporannya.

Berbeda dengan banyak negara lain yang lebih khawatir soal biaya hidup, pekerja muda Indonesia justru menempatkan korupsi sebagai kekhawatiran sosial terbesar.

Sebanyak 34% Gen Z dan 41% milenial menyebut korupsi dalam bisnis maupun politik sebagai isu utama yang mereka soroti.

Selain itu, isu perubahan iklim dan lingkungan juga masuk daftar kekhawatiran terbesar, terutama di kalangan milenial Indonesia. Meski demikian, tekanan ekonomi tetap terasa.

Sebanyak 54% Gen Z dan 43% milenial mengaku harus menunda keputusan besar dalam hidup, seperti menikah, lanjut pendidikan, atau memulai bisnis karena kondisi keuangan.

>>> Falcon Pictures Gandeng Sutradara Korea Selatan Garap Film Gasigogi

Masalah harga rumah juga menjadi perhatian besar. Sebanyak 74% Gen Z dan 64% milenial mengaku keterjangkauan hunian memengaruhi keputusan karier mereka.