Riot Games Perbarui Vanguard untuk Lumpuhkan Hardware Peretas

Riot Games resmi memperbarui sistem keamanan Vanguard pada Jumat, 22 Mei 2026. Pembaruan ini bertujuan melumpuhkan firmware perangkat keras yang digunakan oleh para peretas.
Langkah tegas ini diambil untuk menghentikan penggunaan alat curang canggih berbasis Direct Memory Access (DMA).
>>> Riot Games Buka Pendaftaran Turnamen Demon Hunter Arena Asia Tenggara
Sistem anti-cheat yang beroperasi di level kernel ini mampu mendeteksi dan merusak konfigurasi firmware SATA atau NVMe secara permanen.
Menurut laporan dari akun X Pirat Nation dan ogisada, pemblokiran tersebut memicu peringatan restart IOMMU di dalam game.
Kerusakan fungsi pada perangkat keras penunjang kecurangan tetap terjadi meskipun game tidak dijalankan atau Vanguard telah dihapus.
Kebijakan agresif ini langsung memicu protes massal. Banyak pengguna melaporkan komputer mereka tidak dapat dioperasikan kembali.
Hal ini memunculkan perdebatan mengenai legalitas penonaktifan paksa perangkat keras tanpa izin pemilik PC.
Riot Games menanggapi protes dengan pernyataan bernada sindiran melalui akun X mereka. "Congrats to the owners of a brand new $6k paperweight," tulis pihak Riot Games.
>>> Take-Two Interactive Pastikan Grand Theft Auto 6 Rilis November 2026
Untuk mengatasi celah keamanan firmware terkait akses DMA, Riot Games menjalin kerja sama dengan produsen papan induk. Kolaborasi ini melibatkan merek seperti ASUS, MSI, Gigabyte, dan ASRock.
Menurut pengguna media sosial, pemulihan komputer yang terdampak hanya bisa dilakukan melalui instalasi ulang sistem operasi Windows secara menyeluruh.
"VGK suddenly triggered an IOMMU restart warning in-game, after which the DMA firmware becomes completely unusable, even without the game running or after uninstalling Vanguard.
Only fix is a full OS reinstall," ujar ogisada.
Sistem Vanguard saat ini wajib bagi semua pemain yang ingin mengakses game Riot Games seperti Valorant atau League of Legends.
>>> Esports World Cup 2026 Resmi Digelar di Paris, Hadiah Rp1,1 Triliun
Pemain yang menolak menginstal anti-cheat level kernel ini akan kehilangan hak akses untuk memainkan game tersebut.
Update Terbaru
Ayao Komatsu Bantah Rumor Keretakan Hubungan dengan Esteban Ocon
Jumat / 22-05-2026, 23:43 WIB
IRSX Gandeng Huawei Cloud untuk Siarkan FIFA World Cup 2026
Jumat / 22-05-2026, 23:43 WIB
Jennifer Lopez Puji Adegan Mika Abdalla di Serial Off Campus
Jumat / 22-05-2026, 23:38 WIB
Gangguan Sistem Kelistrikan Picu Pemadaman Total di Riau dan Sekitarnya
Jumat / 22-05-2026, 23:20 WIB
Pemadaman Listrik Riau Ganggu Persiapan Ujian Sekolah Anak
Jumat / 22-05-2026, 23:20 WIB
Stellantis Hadirkan Sistem Mengemudi Hands-Free Level 2++ pada 2028
Jumat / 22-05-2026, 23:18 WIB
Digimap Mulai Jual MacBook Neo di Indonesia, Harga Mulai Rp10,7 Juta
Jumat / 22-05-2026, 23:18 WIB
TRAC Luncurkan Fitur Pick Up Now untuk Sewa Mobil Instan
Jumat / 22-05-2026, 23:13 WIB
Final Piala Turki: Trabzonspor vs Konyaspor di Antalya
Jumat / 22-05-2026, 23:08 WIB
Persib Bandung dan Borneo FC Berebut Juara Super League 2025-2026
Jumat / 22-05-2026, 23:03 WIB
UBL Nasional Season 1: Panggung Pembuktian Atlet Tinju Mahasiswa
Jumat / 22-05-2026, 23:03 WIB
BMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Jawa Timur, Polusi Surabaya Tinggi
Jumat / 22-05-2026, 23:00 WIB
Tving Raup Sukses Berkat Serial 'Yumi's Cells' dan 'The Legend of Kitchen Soldier'
Jumat / 22-05-2026, 22:54 WIB
Harga Hotel di Busan Melonjak Hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS, Fans Murka
Jumat / 22-05-2026, 22:54 WIB






