>>> 6 Rekomendasi Tablet Gaming Terbaik Beserta Spesifikasinya

"Ini tentang menjadikan waktu yang Anda habiskan dengan ponsel menjadi lebih berharga," ujarnya.

Kembalinya Fitur Klasik dan Aksesibilitas

Selain papan ketik, perangkat modern ini turut membawa kembali beberapa fitur lawas yang mulai langka di pasar smartphone.

Clicks menawarkan ragam pilihan bahasa pada papan ketik, penutup bagian belakang yang bisa diganti, slot memori tambahan, hingga colokan audio atau jack headphone 3,5 mm.

Keberadaan colokan audio fisik ini disambut baik oleh pencinta audio berusia 23 tahun, Wei Lun Ng, yang menilai headphone kabel jauh lebih praktis dan ekonomis.

"Saya rasa suaranya tidak sering terputus, karena ketika baterai Anda lemah, headphone berkabel lebih nyaman dan praktis," tuturnya.

Di sisi lain, tombol fisik juga membantu pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas khusus.

Jeff Gadway menambahkan, individu dengan gangguan penglihatan atau masalah kontrol motorik merasa lebih mudah mengetik dengan tombol nyata dibanding layar datar.

Persaingan Ketat di Pasar Ceruk

Pasar ponsel unik ini terus berkembang dengan masuknya pemain baru seperti Zinwa Technologies dan iKKO yang turut merilis ponsel ber-keyboard tahun ini.

Tingginya minat pasar tercermin dari kesuksesan pendanaan massal para produsen.

Kampanye Kickstarter Unihertz untuk varian kedua dari ponsel Titan berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 4,8 juta per 8 Mei dari 8.200 pendukung, menjelang penutupan kampanye pada 13 Mei.

Sementara itu, Clicks berhasil melampaui target pemesanan awal enam bulan hanya dalam waktu 30 hari.

Meski mencatat pertumbuhan positif, sektor ini masih menghadapi tantangan besar terkait rantai pasok global.

>>> Apple Resmi Luncurkan MacBook Neo di Indonesia, Harga Mulai Rp10,7 Juta

Lonjakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) saat ini berdampak pada terbatasnya pasokan memori dan memicu kenaikan harga komponen produksi.