Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menegaskan tidak ada pemain istimewa di skuadnya. Semua pemain memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing.

Hal ini disampaikan pengamat sepak bola Ronny Pangemanan melalui kanal YouTube pribadinya. Ia mengutip pernyataan Nova bahwa persaingan terbuka untuk semua pemain.

>>> AFC Tambah Kuota Klub Indonesia di Kompetisi Asia Musim 2027/2028

Termasuk tujuh pemain diaspora yang dipanggil. Mereka harus membuktikan kemampuan terbaiknya selama pemusatan latihan (TC).

Persiapan Menuju Piala AFF U-19

Timnas Indonesia U-19 akan berlaga di Piala AFF U-19 di Medan, Sumatera Utara, pada 1-14 Juni. Garuda Muda tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste.

Saat ini, 26 pemain menjalani TC di Yogyakarta. Nantinya, tim pelatih akan memilih 23 pemain sesuai regulasi, sehingga tiga pemain harus dicoret.

Ronny Pangemanan mengatakan Nova masih akan memutuskan tiga pemain yang akan dicoret. "Ini tahap-tahap terakhir untuk memutuskan tiga pemain yang akan dicoret," ujarnya.

"Pemain-pemain diaspora tetap akan bersaing. Dilihat dari kemampuan mereka, semua harus siap.

>>> Pascal Struijk Tegaskan Pilih Timnas Belanda, Bukan Indonesia

Jadi tidak ada pilih kasih," imbuh Ronny.

Kondisi Skuad dan Pemain Diaspora

Ronny mengaku sudah berkomunikasi dengan Nova. Pelatih memastikan kondisi pemain dalam keadaan bugar dan siap tampil.

"Nova mengatakan, 'Ya, baik-baik semua, dalam keadaan bugar, siap untuk tampil'," kata Ronny menirukan Nova.

Tujuh pemain diaspora yang dipanggil adalah Welber Jardim, Timothy Baker, Zinadein Ardiansyah, Eizar Tanjung, Igor Sanders, Amar Brkic, dan Matthew Baker.

Matthew Baker belum bergabung karena baru memperkuat Timnas U-17 di Piala Asia U-17. Ia akan langsung bergabung di Medan.

>>> Dewa United vs Bali United: Perebutan Posisi Empat Besar di Laga Penutup

"Nova memberikan kelonggaran. Matthew Baker langsung bergabung ke Medan," tutur Ronny.