Dan tidak ada keresahan yang kita terima, tidak ada komplain yang kita terima juga," beber Reza.

Adegan Dewasa dalam Film

Mengenai keberadaan adegan dewasa, manajemen HAS Pictures membenarkan hal tersebut sebagai bagian dari tuntutan naskah.

Namun, mereka memastikan visualisasi adegan itu tetap digarap dalam koridor yang wajar dan etis.

"Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita.

Memang benar, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film," kata Reza.

Reza menambahkan bahwa adegan tersebut memiliki esensi penting bagi jalannya cerita dan bukan komoditas jualan utama. Rumah produksi menegaskan sinematografi yang ditampilkan tidak mengarah pada pornografi.

"Ini ada filosofinya, ini ada ceritanya. Bukan kita ngejual, 'Oh, ini karena ada adegan sex scene jadi kita jualan nih film', nggak gitu.

Kita juga bikinnya masih dengan batas-batas yang ya kita tahulah batasnya, enggak vulgar dan tidak mengarah ke pornografi," lanjut Reza.

>>> Sutradara Henry Thurlow Beri Pendapat Jujur Akhir Manga Black Clover

Ketegangan antara kedua belah pihak semakin meruncing pasca sang aktris mengutarakan keluhannya di ruang publik.

Pernyataan Ratu Sofya dalam sebuah tayangan digital dinilai menyebarkan informasi yang tidak sesuai realita di lapangan.

"Podcast-nya juga lumayan viral bahwa dia menyebut kalau dia tidak nyaman dan tidak disediakan body double gitu.

Jelas itu bertentangan banget ya dengan fakta yang ada di lokasi, dengan yang disampaikan sama RS ini. Itu bener-bener kayak, 'Kok begitu sih kamu Dek?

Kok ngomongnya beda ya?