Ia menilai, konsep timeless glow seharusnya dipahami sebagai investasi jangka panjang. Kulit yang bersih, sehat, dan terawat lahir dari rangkaian perawatan yang sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.

Basic Skincare Cukup?

Dalam perawatan kulit harian, basic skincare seperti sabun cuci muka, pelembap, dan sunscreen tetap menjadi fondasi utama. Namun, dr. Eddy mengatakan kebutuhan tiap orang berbeda.

"Ada orang yang memang dari dasarnya kulitnya bagus, cukup pakai skincare yang melembapkan dan sunscreen.

Tapi ada juga yang sering terpapar matahari, stres tinggi, atau kondisi kulitnya bermasalah, itu mungkin perlu skincare yang lebih lengkap," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jerawat harus ditangani terlebih dahulu sebelum seseorang mengejar efek glowing.

"Pasien datang dengan acne, acne kita beresin dulu. Mau glowing enggak bisa kalau acne-nya belum sembuh," katanya.

Setelah masalah utama membaik, barulah pasien bisa masuk ke tahap perawatan lain seperti skin booster, dermapen, atau treatment peremajaan kulit sesuai kebutuhan.

>>> Sosok Nayla Anik Setiawati Calon Pengantin Wanita di Pati Hilang Jelang Akad, Pernikahan Batal Digelar

Hindari Over Product

Selain kurang merawat kulit, kebiasaan memakai terlalu banyak produk juga bisa menjadi masalah. dr. Eddy mengatakan saat ini banyak pasien, termasuk pria, sudah sangat paham soal kandungan skincare.

Namun, penggunaan produk berlapis-lapis tidak selalu cocok untuk semua kulit.

"Kadang-kadang over product juga enggak bagus," ujarnya.

Faktor lain yang memengaruhi kesehatan kulit adalah paparan matahari, beban makeup, cara membersihkan wajah, kurang tidur, stres, pola makan, dan minim olahraga.

"Kalau kita kurang sehat, kurang fit, kelihatan langsung di kulit. Kulit itu organ tubuh paling besar," kata dr. Eddy.