Pertamina Buka Suara Terkait Isu Pembatasan Pertalite Mulai 1 Juni 2026
Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite dan solar subsidi mulai 1 Juni 2026.
Informasi yang beredar di Instagram menyebut pembatasan menyasar kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc.
>>> Rencana Konversi 120 Juta Motor BBM ke Listrik Butuh Cetak Biru Matang
PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga angkat bicara.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan pihak operator masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah.
"Kebijakan terkait energi akan ditetapkan oleh pemerintah melalui kajian dan keputusan yang akan dilaksanakan nantinya oleh operator," ungkap Roberth kepada detikOto, Kamis (22/5/2026).
Hingga saat ini, belum ada aturan hukum yang secara spesifik mengatur pembatasan pembelian BBM bersubsidi berdasarkan kapasitas mesin.
Pertamina menegaskan penyaluran energi di lapangan masih berjalan normal sesuai ketentuan yang berlaku.
"Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan. Pertamina saat ini menunggu dan mengikuti arahan yang berlaku, yaitu menyalurkan energi sesuai ketentuan," lanjut Roberth.
>>> Periklindo Luncurkan PEVS 2026 di Jakarta, Target Transaksi Rp500 Miliar
Di sisi lain, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengungkapkan rencana pembatasan BBM subsidi ini tengah didiskusikan melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.
"BBM, Pertalite, Solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN, dengan Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi, walaupun itu masih commodity subsidy.
Tapi paling tidak jenis segalanya kita batasi," ujar Satya dikutip detikFinance.
Satya menambahkan penerapan pembatasan berdasarkan kapasitas mesin atau Cubic Centimeter (cc) berpotensi besar menekan anggaran negara.
"Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume," terang Satya.
>>> Daihatsu Perkuat Penjualan di Wilayah Rural dengan Strategi Blue Ocean
Wacana pengendalian konsumsi Pertalite untuk mobil di atas 1.400 cc serta solar subsidi untuk kendaraan di atas 2.000 cc sebenarnya sudah bergulir dalam tiga tahun terakhir.
Update Terbaru
Polri Perluas ETLE di Jalan Tol untuk Persiapan Zero ODOL 2027
Jumat / 22-05-2026, 09:53 WIB
Xbox Rekrut Analis Terkenal untuk Kembalikan Kejayaan Konsol
Jumat / 22-05-2026, 09:50 WIB
Indosat, Kemnaker, dan Wadhwani Foundation Siapkan 1 Juta Talenta AI
Jumat / 22-05-2026, 09:38 WIB
100 Kata-Kata Ucapan Idul Adha untuk Caption Media Sosial
Jumat / 22-05-2026, 09:38 WIB
Israel Masuk 10 Besar Negara Paling Bahagia di Dunia, Ini Alasannya
Jumat / 22-05-2026, 09:38 WIB
Humble Bundle Rilis Paket Game Puzzle PC Hemat Seharga 10 Dolar
Jumat / 22-05-2026, 09:30 WIB
SHOW Token Siapkan Investasi Rp1,6 Triliun untuk Industri Film Indonesia
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
AS Investasi Rp 32 Triliun di Sembilan Perusahaan Komputasi Kuantum
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
ATEEZ Siap Rilis Mini Album Baru 'GOLDEN HOUR : Part.5' dengan Nuansa Lebih Gelap
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
RIIZE Siap Rilis Mini Album Kedua 'II' pada 15 Juni
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
Corinthians Terancam Kehilangan Matheus Bidu Jelang Lawan Peñarol
Jumat / 22-05-2026, 09:23 WIB
Persib Bandung Butuh Satu Poin untuk Juara Super League 2025/2026
Jumat / 22-05-2026, 09:23 WIB
BMKG Mutakhirkan Gempa Bitung Jadi Magnitudo 5,9, Tak Berpotensi Tsunami
Jumat / 22-05-2026, 09:20 WIB
Aksesori Victor Bodykit Ubah Tampilan SUV Listrik Chery J6 Jadi Lebih Gagah
Jumat / 22-05-2026, 09:18 WIB






