Menatap masa depan, penyerang sayap ini mengaku sudah mulai merasakan ketegangan menjelang bergulirnya turnamen terakbar antarnegara. Ia memiliki ekspektasi tinggi untuk menjadi salah satu pemimpin dalam skuad Brasil.

"Saya sangat cemas, tetapi hanya ketika Piala Dunia semakin dekat.

Misalnya, saya merasa cemas tentang Piala Dunia saat ini, tetapi itu tidak sama dengan berada 15 hari lagi menuju turnamen atau sehari sebelum pertandingan pembuka kami," aku Raphinha mengenai persiapannya menuju Piala Dunia FIFA 2026.

Perasaan gugup tersebut dinilai sebagai hal yang lumrah bagi setiap pesepak bola yang akan bertanding di level tertinggi.

Raphinha menganggap kompetisi tersebut memiliki gengsi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Ini adalah rasa gugup yang wajar tentang bermain di turnamen ini. Kita akhirnya merasa seperti ini karena Piala Dunia adalah Piala Dunia – tidak mungkin menganggapnya enteng.

Kecemasan dan kegugupan ini wajar, terlepas dari level masing-masing pemain," tambah Raphinha.

Raphinha juga mengungkapkan skenario impiannya untuk laga pamungkas turnamen tersebut berdasarkan obrolan yang melibatkan Neymar dan rekan mudanya di Barcelona, Lamine Yamal.

"Neymar dan Lamine Yamal telah sepakat untuk final Brasil melawan Spanyol di Piala Dunia. Saya juga akan senang jika ada pertandingan seperti itu di final.

Akan sangat bagus jika ada final Brasil melawan Spanyol," kata Raphinha berdasarkan laporan SPORT yang merujuk wawancara TNT Sports.

Winger andalan Selecao ini menegaskan kesiapannya untuk menghadapi siapa pun di partai puncak.

Komposisi skuad Brasil saat ini dinilai memiliki kualitas yang mumpuni untuk bersaing dengan tim matang seperti Spanyol.

"Saya tidak keberatan siapa yang bermain untuk tim lawan, seperti Lamine. Kami juga memiliki banyak pemain berkualitas tinggi di tim kami.

>>> Club Brugge Pastikan Gelar Juara Liga Belgia ke-20

Itu akan luar biasa. Itu akan menjadi pertandingan yang sangat menarik," pungkas Raphinha.