Rivalitas El Clasico di Timnas Brasil

Selain membahas karier klub, kapten Barcelona ini juga membicarakan dinamika internal di tim nasional Brasil bersama para rivalnya yang bermain untuk Real Madrid seperti Vinicius Jr, Eder Militao, Rodrygo, dan Endrick.

"Saya tidak pernah memperhatikan hal itu, setidaknya tidak dalam kasus Vini dan saya, atau Rodrygo, Militão, dan Endrick.

Ketika kami bergabung dengan tim nasional, persaingan klub praktis menghilang karena kami tahu kami di sini membela negara kami terlepas dari di mana kami bermain.

Saya rasa itu tidak dipaksakan. Bukan berarti, ‘Saya harus masuk tim nasional dan saya harus mengesampingkan bagian itu.’

Tidak. Itu adalah sesuatu yang terjadi secara alami," jelas Raphinha kepada TNT Sports.

Hubungan erat di dalam tim nasional tersebut membuat atmosfer ruang ganti tetap kondusif. Ketegangan yang terkadang muncul di lapangan dinilai sebagai hal yang wajar demi membela klub masing-masing.

"Kami tiba di kamp pelatihan dan kami akur.

>>> VfL Wolfsburg Terancam Kehilangan Patrick Wimmer Jelang Laga Relegasi

Bahkan di El Clásico, kami saling menghormati; masing-masing dari kami membela tim kami dengan segala kemampuan yang kami miliki, tetapi ketika kami berada di tim nasional, persaingan itu hilang," lanjut Raphinha.

Persaingan antarklub tetap dikesampingkan demi fokus penuh pada agenda negara. Pemain bernomor punggung 11 ini menambahkan bahwa tensi tinggi merupakan bumbu wajib dalam setiap pertandingan El Clasico.

"Kami mengesampingkan klub dan fokus pada tim nasional. Terkadang kami memang memanas, tetapi itu normal.

Jika El Clásico tidak memanas, itu bukanlah El Clásico," tutur Raphinha.

Persiapan Menuju Piala Dunia 2026