Laporan McKinsey yang dikutip Cloudera menunjukkan sekitar 50 persen eksekutif tingkat C di industri telekomunikasi telah melihat dampak AI dan AI generatif terhadap bisnis.

Namun, sekitar 45 persen responden masih menganggap data sebagai hambatan utama dalam pengembangan sistem AI berbasis agen atau agentic AI.

Temuan serupa juga muncul dalam IDC InfoBrief untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Studi tersebut menunjukkan bahwa AI dipandang mampu mendorong transformasi bisnis secara signifikan, namun keterbatasan akses dan pengelolaan data masih menjadi tantangan utama implementasi.

Cloudera menilai pengembangan AI pada industri telekomunikasi tidak cukup hanya berfokus pada otomatisasi.

Operator juga perlu membangun fondasi tata kelola yang kuat, termasuk sistem pengawasan, explainability, observability, dan akuntabilitas sistem.

Bagi industri telekomunikasi, perubahan menuju jaringan berbasis AI dipandang bukan sekadar peningkatan teknologi operasional.

>>> Astronom Ungkap Penyebab Planet Sub-Neptunus Jarang di Katai Merah

Perubahan ini juga menyangkut bagaimana operator menjaga keseimbangan antara otomatisasi, keamanan, dan kepercayaan pengguna ketika kecerdasan buatan semakin tertanam di seluruh ekosistem jaringan.