Kecurigaan penyidik semakin besar setelah ditemukan fakta Jonathan sempat tiga kali mengunjungi lokasi kejadian beberapa hari sebelum insiden.

Hakim menilai kunjungan itu mengindikasikan adanya perencanaan dan studi lokasi.

Dugaan Konflik Bisnis Keluarga

Penyidik juga mendalami hubungan Jonathan dengan ayahnya, terutama terkait bisnis MANGO. Isak Andic diketahui berencana membentuk yayasan amal, yang diduga memicu ketegangan dengan putranya.

Menurut hakim penyidik, Jonathan diduga melakukan manipulasi emosional demi kepentingan ekonomi. Ia juga pernah menunjukkan rasa kebencian dan dendam kepada ayahnya.

Meski begitu, Jonathan menegaskan hubungannya dengan sang ayah berjalan baik. Keluarga Andic juga kompak membelanya dan menyatakan tidak ada bukti sah yang menunjukkan Jonathan bersalah.

Pengacara Jonathan, Cristóbal Martell, menyebut teori pembunuhan tersebut tidak masuk akal. "Teori pembunuhan tidak masuk akal.

Tetapi, yang terpenting, itu menyakitkan. Itu menstigmatisasi orang yang tidak bersalah," kata Martell.

Isak Andic merupakan pendiri MANGO, salah satu kerajaan fesyen terbesar di Eropa.

>>> Ahli Jantung Ungkap 3 Makanan Fermentasi Rahasia Umur Panjang

Brand asal Spanyol itu kini memiliki lebih dari 16 ribu karyawan dan mencatat penjualan hingga 3,3 miliar euro pada 2024.