Layanan seperti Kantor Urusan Agama (KUA), zakat, wakaf, dan sistem penyuratan digital mulai memanfaatkan AI.

"Nanti masyarakat bisa bertanya dalam bentuk chat, visual, termasuk avatar terkait layanan KUA, zakat wakaf, maupun layanan lainnya," ungkap Abdul Rouf.

Adaptasi teknologi digital juga merambah sektor pendidikan keagamaan melalui kurikulum baru di madrasah.

"Perkembangan AI tidak bisa kita hindari, tetapi bisa kita antisipasi supaya nilai-nilai etika dan moral bisa dipegang oleh kita semua," ujarnya.

Dalam forum tersebut, Kementerian Agama mengapresiasi kontribusi sosial dari Huawei Indonesia.

Perusahaan itu menyalurkan bantuan hewan kurban berupa 15 sapi dan 60 kambing ke 15 masjid di 10 kota di Indonesia.

>>> Trend Micro Indonesia Luncurkan TrendAI untuk Hadapi Serangan Ransomware Berbasis AI

"Kontribusi nyata melalui donasi hewan kurban untuk masjid di berbagai kota di Indonesia adalah bukti bahwa kemajuan teknologi tidak harus mencabut korporasi dari nilai kemanusiaan dan keagamaan," tutur Nasaruddin.