Peluncuran ponsel pintar Gold T1 oleh Trump Mobile menuai gelombang kritik di media sosial. Perangkat tersebut dinilai identik dengan ponsel kelas anggaran buatan pabrikan Tiongkok.

Kritik muncul setelah perubahan narasi pemasaran yang awalnya mengklaim produk itu buatan Amerika Serikat. Ponsel ini dijual seharga US$499 atau sekitar Rp7,9 juta.

>>> Casio Luncurkan G-Shock MTG-B4000B-1A Premium di AS dan Jepang

Pada kemasan, tercantum label "Proudly Assembled in the USA". Namun, para ahli menduga komponen utama ponsel diproduksi di luar negeri dan mirip dengan HTC U24 Pro.

Kecurigaan publik semakin kuat setelah netizen menemukan kesalahan cetak pada gambar bendera AS di bodi belakang. Bendera tersebut hanya memiliki 11 garis horizontal, bukan 13.

Menanggapi polemik, Trump Mobile diam-diam mengubah deskripsi produk dari "Made in USA" menjadi "American-Proud Design".

>>> Acer Pantau Respons Pasar Laptop Murah Pesaing Seharga Rp10 Jutaan

Seorang pakar industri mengatakan AS belum memiliki infrastruktur untuk memproduksi ponsel kelas menengah secara mandiri.

Protes keras bermunculan di platform X. "Mereka hanya 'merakit' ponsel Tiongkok ke dalam kotak kardus," tulis seorang pengguna.

Netizen lain menilai harga jual terlalu tinggi untuk perangkat dengan biaya produksi rendah.

>>> 7 HP Snapdragon RAM 12 GB Anti Lemot untuk Gaming

Hingga saat ini, manajemen Trump Mobile belum memberikan pernyataan resmi mengenai tudingan plagiarisme desain. Ponsel Gold T1 sudah dilengkapi aplikasi Truth Social secara bawaan.