Fortnite resmi kembali ke Apple App Store global setelah dihapus sejak 2020. Game battle royale besutan Epic Games ini kini tersedia di hampir semua negara, kecuali Australia.

Epic Games sengaja belum merilis Fortnite di Australia karena masalah regulasi pembayaran. Perusahaan menyatakan tidak dapat beroperasi di bawah perjanjian pembayaran yang dianggap ilegal.

>>> Oppo Luncurkan Enco Air 5 dengan Peredam Bising 52dB dan Baterai 54 Jam

Pertempuran Hukum Belum Usai

CEO Tim Sweeney menegaskan pertempuran hukum melawan monopoli Apple masih terus berjalan. Ia menyebut fase ini sebagai "pertempuran terakhir" untuk memenangkan kebebasan bagi pengembang dan konsumen.

Dalam pernyataan resmi, Epic Games menentang praktik App Store Apple yang dianggap anti-persaingan. Mereka menuding Apple melarang toko aplikasi alternatif dan persaingan dalam pembayaran.

Epic Games mencatat momentum global untuk mengatasi praktik tersebut.

Regulator di Jepang, Uni Eropa, dan Inggris Raya telah mengesahkan undang-undang terkait, namun Apple dinilai menghindari hukum dengan layar peringatan, biaya, dan persyaratan yang memberatkan.

>>> POCO Pad C1 Muncul di Situs Resmi, Tablet Murah Terbaru Siap Masuk Indonesia

Perselisihan ini dipicu oleh potongan komisi 30 persen yang ditarik Apple untuk setiap transaksi dalam aplikasi.

Kembalinya Fortnite ke iOS merupakan kemenangan simbolis bagi pemain yang merindukan akses langsung.

Di tengah kembalinya game, Epic baru-baru ini menaikkan harga V-Bucks karena biaya operasional yang meningkat.

>>> iQoo Luncurkan Tablet Gaming Pad 6 Pro dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Meski begitu, dengan pendapatan kotor miliaran dolar tahun lalu, langkah kembali ke iOS diharapkan mendongkrak keterlibatan pemain.