"Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di garis depan dalam perlindungan anak," ujar Matt Kaufman.

"Kami bangga dapat menghadirkan ruang online yang positif untuk belajar, berkreasi, dan bermain bagi jutaan pemain dari komunitas Indonesia."

Sistem ini dirancang untuk mengubah status akun secara dinamis dan otomatis begitu pengguna menginjak usia 13 tahun dan 16 tahun.

Bagi akun di Indonesia yang belum melakukan verifikasi usia, sistem bakal mematikan fitur obrolan dan membatasi konten pada tingkat dasar tanpa memandang usia asli pengguna.

Melalui pembaruan ini, kendali orang tua turut diperluas. Orang tua dapat memantau aktivitas bermain, melihat daftar teman, mengatur batas waktu perangkat, hingga membatasi pengeluaran dana.

>>> Nicolas Winding Refn Alami Mati Suri, Mirip Karakter Heartman Death Stranding

Selain Indonesia, fase awal sistem baru ini juga diterapkan di Selandia Baru, Australia, dan Belanda. Rencananya, sistem ini akan diluncurkan secara global bulan depan.