Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan industrialisasi agar Indonesia mampu memproduksi mobil dan sepeda motor secara mandiri. Langkah ini dioptimalkan melalui pembiayaan dari Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

>>> Aptrindo Usulkan Jalan Tengah untuk Kebijakan Zero ODOL 2027

Pemerintah menargetkan pembuatan mobil nasional dapat terwujud dalam tiga tahun ke depan. Produksi massal kendaraan sedan listrik diproyeksikan pada tahun 2028 melalui kolaborasi Kemenperin dan PT Pindad (Persero).

Delapan Klaster Prioritas

Program pengembangan kendaraan nasional termasuk dalam salah satu dari delapan klaster program prioritas yang digarap pemerintah. Prabowo menekankan pentingnya kemandirian industri.

"Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil sendiri, kita harus bikin motor sendiri, kita harus bikin televisi komputer handphone kita sendiri.

Kita tidak boleh hanya dari pasar untuk pasar lain," ujar Prabowo.

>>> BYD Resmi Hadirkan Teknologi Plug-In Hybrid DM G.A.S.S di Indonesia

Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi.

"Tidak sedikit Danantara ternyata sudah dirasakan keampuhannya, Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan," jelasnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah telah mengumpulkan para ahli dan akademisi domestik. Mereka mulai menyusun langkah teknis pelaksanaan program.

"Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita, saya katakan pengabdianmu untuk bangsa. Wujudkan hal ini," kata Prabowo.

>>> BYD Gelar Festival Teknologi Elektrifikasi Gratis di GBK Senayan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi bahwa pembahasan konseptual mengenai mobil nasional kini berjalan intensif bersama PT Pindad.