Berdasarkan hasil undian, pasangan Indonesia ini langsung berhadapan dengan unggulan kelima asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Persiapan fisik dan teknik terus ditingkatkan secara mandiri oleh pemain guna menghadapi tantangan berat tersebut.

"Persiapan sudah dilakukan dari awal (sepulang dari Piala Thomas) dan sudah maksimal. Sebisa mungkin juga menambah porsi sendiri," ucap Raymond Indra.

Ajang ini menjadi kesempatan berharga bagi semifinalis All England 2026 tersebut untuk meningkatkan kualitas permainan melawan ganda putra elite dunia.

Selain Singapura, mereka juga telah diplot untuk mengikuti Indonesia Open 2026 dan Australian Open 2026. "Sejak awal memang diplot untuk Singapore Open, Indonesia Open, dan Australian Open.

Harapannya di tiga turnamen ini bisa mendapatkan hasil terbaik," sahut Joaquin.

Setelah merampungkan turnamen di Singapura, Raymond/Joaquin bakal berlaga dalam ajang Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan pada 3-8 Juni 2026.

Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, mematok target tinggi berupa raihan gelar juara pada turnamen level Super 1000 tersebut.

"Kalau dibilang percaya diri ya kami step by step saja. Apalagi nanti di Polytron Indonesia Open 2026 kan ganda putra turun semua," cetus Joaquin.

Persaingan ketat dipastikan terjadi karena seluruh pemain terbaik Indonesia akan turun bertanding di kandang sendiri.

Raymond/Joaquin berharap dukungan penuh dari para pencinta bulu tangkis secara langsung di arena pertandingan.

>>> Columbus Crew Pecat Henrik Rydstrom, Tunjuk Laurent Courtois sebagai Pelatih Interim

"Pasti akan ramai nanti, jadi ya mohon dateng ke Istora Senayan aja dukung kita secara langsung," tandasnya.