>>> Al Shabab Diunggulkan Kalahkan Al Najma di Liga Pro

Persib juga mendatangkan legiun asing seperti Federico Barba, Sergio Castel, Patricio Matricardi, Frans Putros, Luciano Guaycochea, Berguinho, Uilliam Barros, Ramon Tanque, dan Andrew Jung.

Manajemen bahkan mendatangkan mantan bintang PSG dan Timnas Prancis, Layvin Kurzawa.

Komposisi mewah di bawah arahan Bojan Hodak membuat Persib tampil sangat konsisten.

Menjelang pertandingan terakhir, Beckham Putra dan rekan-rekan mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 20 laga beruntun, dengan 15 kemenangan dan 5 hasil imbang.

Performa impresif ini menuai pujian dari pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo. Pengelolaan klub yang sehat dinilai menjadi faktor utama di balik dominasi Pangeran Biru.

"Harus diakui Persib merajai Liga Indonesia karena manajemen yang benar-benar sehat, kompak, sponsor yang berdatangan untuk membantu finansial mereka.

Bisa dilihat komposisi mereka yang banyak dihuni pemain grade A," tutur Aris Budi Sulistyo kepada Bola pada Rabu (20/5/2026).

Model Manajemen Percontohan Klub Indonesia

Aris Budi Sulistyo menilai Persib merupakan prototipe klub ideal yang patut dicontoh.

Mantan arsitek taktik Persis Solo dan Persik Kediri ini menganggap Persib sebagai klub paling terdepan dalam tata kelola profesional.

Sistem manajerial Persib mendapat apresiasi tinggi, terutama dalam pengelolaan finansial. Isu penunggakan gaji pemain yang rutin terjadi di klub lain tidak ditemukan di Maung Bandung.

"Hanya segelintir tim di Indonesia yang bisa mengejar kondisi di Persib. Kita tidak pernah mendengar berita Persib menunggak gaji pemain.

Persib menjadi contoh oleh tim-tim lain," ujar pria asal Solo tersebut.

>>> Hammarby IF Tantang GAIS Demi Pangkas Jarak Papan Atas Allsvenskan

"Contoh yang bisa diambil adalah model pengelolaan yang mengutamakan kekeluargaan, pemain mendapatkan haknya sehingga mereka akan memberikan yang terbaik untuk klub," kata Aris Budi Sulistyo.