Saya berharap bisa melakukan sesuatu yang epik malam ini, tapi tidak cukup. Namun kami telah membangun sesuatu yang magis," tambahnya.

Penyerang Catanzaro Filippo Pittarello mengecam keributan setelah pertandingan. "Apa yang terjadi di akhir pertandingan adalah sisi buruk sepak bola.

Tidak pantas untuk mempublikasikan insiden itu. Palermo menang di lapangan, Catanzaro lolos," tegasnya.

Pittarello mendedikasikan pencapaian ini kepada staf pelatih Aquilani.

"Musim saya adalah puncak dari kerja Aquilani dan staf, yang terus memaksa saya berlatih gerakan ratusan kali," ujarnya.

Di final, Catanzaro akan menghadapi Monza yang mengoleksi 76 poin di musim reguler. "Kami menghadapi tim yang sangat kuat, yang tidak kebetulan meraih 76 poin.

>>> Arsenal Tekuk Burnley 1-0, Kokohkan Puncak Klasemen Liga Inggris

Ini pertandingan yang berbicara sendiri. Kami ingin terus bermimpi," kata Pittarello.