PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan harga kendaraan mereka tetap stabil dan belum mengalami kenaikan dalam empat bulan terakhir.

Kebijakan ini diambil di tengah tekanan biaya produksi dan dinamika ekonomi global.

>>> Askarindo Bidik Ekspor Bus Karoseri Indonesia ke Arab Saudi

Industri otomotif saat ini menghadapi sejumlah tantangan berat.

Mulai dari pergerakan biaya bahan baku, ketergantungan komponen impor, hingga fluktuasi nilai tukar yang memengaruhi struktur biaya produksi.

Namun, Daihatsu memilih melakukan penyesuaian internal agar harga ke konsumen tetap terjaga. Langkah efisiensi menjadi strategi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menjelaskan bahwa tingkat lokalisasi komponen Daihatsu di Indonesia telah mencapai lebih dari 80 persen.

Meski demikian, ketergantungan pada sebagian komponen impor tetap memberikan sensitivitas terhadap perubahan biaya global.

“Pergerakan fluktuasi ini pasti harus ada penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini mesti jalan,” ujar Sri Agung di Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Menghadapi tantangan global, pihak manufaktur menerapkan restrukturisasi di sisi manufaktur serta efisiensi biaya produksi.

Penguatan kerja sama dengan rantai pasok juga terus dipacu untuk meningkatkan kandungan lokal pada kendaraan yang diproduksi.

>>> Kejagung Lelang Dua Moge Harley Davidson Bodong, Laku Rp 901 Juta

“Jadi kita lakukan beberapa hal, kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita.

Lalu kita juga membahas dengan supply chain untuk mencari solusi pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen,” kata Sri Agung.

Langkah kehati-hatian ini diterapkan agar perubahan kondisi industri tidak langsung dibebankan kepada konsumen.

Segmen pembeli mobil pertama atau first car buyer yang menjadi pasar utama produsen ini menjadi perhatian khusus agar daya beli tetap terjangkau.

“Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama empat bulan sejauh ini tidak ada kenaikan harga,” kata Sri Agung.

Stabilitas penjualan juga didukung oleh permintaan dari wilayah rural serta segmen kendaraan yang terjangkau. Pertumbuhan di area rural menjadi sumber permintaan baru yang membantu performa pasar domestik.

Selain pasar domestik, pengiriman kendaraan ke luar negeri turut menjadi penopang penting bagi bisnis perusahaan.

>>> Chery Q Siap Ramaikan Pasar Mobil Listrik Ringkas Indonesia

Kinerja ekspor kendaraan produksi Indonesia tercatat masih menunjukkan pertumbuhan positif dengan tujuan utama ke berbagai negara di Asia hingga Amerika Latin.