Latar Fantasi dan Pengakuan Kelalaian

Latar Perfect Crown dibangun dari fantasi fiksi tentang Korea yang indah jika masa kelam seperti penjajahan Jepang (1910-1945) dan Perang Korea (1950-1953) tidak pernah terjadi.

"Apa yang ingin disampaikan penulis adalah, jika masa lalu bangsa yang menyakitkan tidak terjadi, bukankah kita bisa tiba pada gambaran yang lebih bahagia?"

papar Park. "Cerita ini dimulai dari fantasi itu.

Konsultasi dan referensi kami kalibrasi pada aturan istana Joseon."

Ia mengakui terlalu terpaku pada arahan konsultan sejarah mengenai bentuk penobatan era Joseon kuno yang menggunakan mahkota sembilan untaian.

Ia alpa merefleksikan eksistensi Kekaisaran Korea yang berdaulat sebagai jembatan masa depan.

Park mengklarifikasi bahwa seruan "Cheonse" memang ditulis oleh penulis skenario pemula, Yoo Ji-won. Namun, detail mahkota sembilan untaian tidak tertulis eksplisit dalam naskah.

Hal itu murni karena keterbatasan waktu produksi sekitar satu bulan, sehingga tim mereplikasi properti dari proyek drama terdahulu.

Sebelum sutradara, tim produksi telah melayangkan permohonan maaf tertulis, diikuti surat permintaan maaf terbuka dari IU dan Byeon Woo-seok pada Senin (18/5).

Penulis naskah Yoo Ji-won juga berencana merilis pernyataan pribadi dalam waktu dekat.

Park Joon-hwa menyayangkan kontroversi ini karena Perfect Crown mencetak rating di atas 13 persen dan menjadi drama Korea global paling banyak ditonton di Disney+ dalam 28 hari pertama.

>>> 8 Perbedaan Serial Off Campus dan Novel The Deal

Ia belum memiliki rencana mengambil proyek drama baru.