Sektor dapur pacu Xiaomi 17T mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 8500-Ultra, sedangkan varian Pro memakai Dimensity 9500.

Urusan daya juga membedakan kedua perangkat ini. Xiaomi 17T reguler dibekali baterai 6.500 mAh dengan pengisian daya cepat 67 watt.

Adapun model Pro membawa kapasitas baterai 7.000 mAh yang didukung fast charging 100 watt via kabel dan 50 watt secara nirkabel.

Sistem operasi keduanya dipastikan langsung menjalankan Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3.

Di pasar Eropa, Xiaomi 17T RAM 12/256GB diperkirakan dijual seharga 749 euro (sekitar Rp 15,4 juta), sementara Xiaomi 17T Pro versi RAM 12/512 GB dibanderol 999 euro (sekitar Rp 20,5 juta).

Sinyal Kuat Segera Masuk Pasar Indonesia

Meski belum resmi diluncurkan secara global, tanda-tanda kehadiran Xiaomi 17T series di Indonesia sudah terlihat jelas.

Dua perangkat baru Xiaomi kedapatan telah terdaftar di laman sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian.

Kedua smartphone tersebut tercatat dengan nomor model 2602DPT53G dan 2602EPTC0G. Masing-masing perangkat berhasil lolos sertifikasi dengan raihan nilai TKDN sebesar 38,2 persen dan 37,54 persen.

Walaupun data TKDN tidak menampilkan nama komersial produk, kedua gawai tersebut dipastikan sudah mendukung konektivitas jaringan 5G.

>>> Realme 16T Bocor: Kamera 50 MP dan Isi Cepat 67W di Kelas Menengah

Berdasarkan penelusuran informasi di internet, nomor model 2602DPT53G merujuk pada Xiaomi 17T reguler, sedangkan kode 2602EPTC0G merupakan identitas untuk Xiaomi 17T Pro.