Pendekatan ini dirancang untuk melengkapi ekosistem kendaraan listrik di daerah yang infrastruktur pengisian dayanya masih berkembang.

Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, mengatakan bahwa BYD mengambil peran terdepan dalam mencatatkan sejarah baru perkembangan NEV di Indonesia.

Hal itu dilakukan lewat perluasan pasar kendaraan listrik dan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru secara lebih masif.

“Hari ini, kami membawa semangat yang sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia,” ujar Eagle Zhao.

Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif.

Hal ini diwujudkan melalui teknologi DM yang lebih fleksibel, efisien, serta semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Termasuk di berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan dan lapisan pasar di tanah air.

BYD dan DENZA terus memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin pasar NEV di Indonesia.

Hingga April 2026, akumulasi penjualan keduanya mendekati angka 20.000 unit, melonjak 53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

>>> Alva Rambah Segmen Motor Listrik Ekonomis Lewat Model N3

Capaian tersebut sekaligus membuat BYD group menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar EV nasional.