Enno dan suaminya dahulu kerap membantu mengantarkan pesanan secara langsung kepada pelanggan. "Dari dulu banget tuh, dari zamannya 2011 lah.

>>> WhatsApp Uji Coba Fitur Pesan Sementara After Reading di iOS

Tahun 2013 pas anak aku masih bayi banget, mama tuh udah jualan bebek," ujar Enno.

Walau sudah lama terlibat dalam membantu usaha bebek milik orang tuanya, Enno sempat tidak terpikir bahwa dirinya yang akan turun tangan langsung memasak untuk bisnis mandiri.

"Kita tuh dari dulu selalu bilang harus ngembangin usaha makanan.

Tapi dulu aku nggak kepikiran kalau yang masak adalah aku, karena kan mama yang jualan dan aku tuh belum in to it banget sama cooking," tutur Enno.

Ide untuk menjual puding baru muncul sekitar setahun lalu atas dorongan dari salah seorang temannya. Sang teman mendesak Enno untuk menjual puding tersebut karena ingin mencicipi langsung buatannya.

"Temenku memaksakan aku untuk menjual puding bikinan aku. Jadi, dia pengen banget nyobain puding yang aku masak," kata Enno.

Enno kemudian sempat mengirimkan puding buatannya sebagai hampers kepada orang-orang terdekat saat momen Lebaran. Kiriman tersebut mendapatkan respons yang sangat positif dari para penerimanya.

"Mereka tuh suka. Banyak yang nanyain, 'No, kapan bikin lagi No?

Kapan dijual?' Tapi aku tuh nggak pede banget makanan aku dicobain sama orang," ungkap Enno.

Dorongan yang terus berdatangan dari teman serta pengikutnya di media sosial akhirnya membuat Enno berani membuka sistem pemesanan pre-order.

Penjualan puding secara coba-coba ini resmi dimulai sekitar pertengahan tahun lalu dengan hasil respons pasar yang cukup besar.

Enno mengaku bahwa dirinya sempat tidak percaya diri ketika makanan buatannya dicoba oleh orang lain. Namun, respons positif yang terus berdatangan membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan usaha ini.

>>> Meta Luncurkan Fitur Instants di Instagram Indonesia, Ini Cara Pakainya

Kini, Enno berharap bisnis pudingnya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu usaha keluarga yang sukses.