>>> PLN Padamkan Listrik di Batang dan Kuningan untuk Perbaikan Jaringan

"Pasal 28 itu sudah mengatur.

Kalau kita menggunakan pasal di luar itu, kita mesti menaruh berapa juta orang di seluruh dunia untuk mengawasi lagu kita?

Itu tidak mungkin. Yang penting musisi tahu sistemnya, tahu undang-undangnya, dan paham bisnis industri musik ini seperti apa," tegas Pepep.

Pihak manajemen optimistis musik mereka dapat diterima generasi muda. Karakter vokal baru yang kuat dan strategi digital yang adaptif menjadi modal utama.

"ST12 tidak pernah merasa tua dan tidak pernah merasa muda, kami berjalan di koridor musik sendiri namun tetap membuka mata dan telinga terhadap tren.

Secara data, streaming lagu-lagu lama ST12 masih sangat tinggi di platform digital dan banyak didengarkan oleh anak-anak muda.

Kami optimistis karya terbaru ini bisa diterima dengan baik," pungkas Pepep.

Setelah perilisan digital, ST12 dan Aris Idol dijadwalkan bertolak ke Jepang pada 6 hingga 7 Juni mendatang. Mereka akan tampil dalam acara Indonesia International Friendship Day di Nagoya.

Distribusi lagu memanfaatkan sistem satu dashboard untuk menjangkau platform global seperti Spotify, iTunes, TikTok, Instagram, dan Facebook.

Pemilik label Irvan Hits Production, Irvan, menjelaskan bahwa pemilihan lagu ini dilakukan lewat pemantauan matang dari empat materi yang dipersiapkan sebelumnya.

>>> Awas Kena Jebakan Link Video Viral TKW Taiwan 3 Vs 1 yang Ramai Diburu di Media Sosial

Aris Idol menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan membawakan karya ini dan mengapresiasi kombinasi genre yang diterapkan pada aransemen musiknya.