PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 91.678 pelanggan kereta api jarak jauh berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung, mulai Purwakarta hingga Banjar, hingga Sabtu, 17 Mei 2026 pukul 10.00 WIB.

Lonjakan mobilitas ini terjadi selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 13-17 Mei 2026. Masyarakat memanfaatkan kereta api untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

>>> PLN UP3 Ketapang Evaluasi Penempatan Tiang Listrik Baru

Arus kendaraan menuju Kota Bandung tercatat sangat tinggi, mencapai 87.918 armada pada Jumat, 15 Mei 2026.

Moda kereta api menjadi alternatif utama karena waktu tempuh yang lebih terukur.

KA Parahyangan Jadi Favorit

Layanan KA Parahyangan menjadi pilihan favorit dengan total perkiraan mencapai 18.006 pelanggan selama periode libur panjang tersebut.

Selain KA Parahyangan, rute padat lain yang melayani penumpang di Stasiun Bandung meliputi KA Papandayan, KA Argo Wilis, KA Malabar, KA Sangkuriang, KA Lodaya, KA Ciremai, dan KA Harina.

Pergerakan penumpang pada relasi favorit cukup berimbang. Rute Bandung-Gambir melayani 8.038 pelanggan, sedangkan arah sebaliknya Gambir-Bandung menampung 7.624 orang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa tren perjalanan masyarakat menuju Kota Bandung menunjukkan angkutan rel tetap menjadi pilihan utama untuk perjalanan antarkota jarak pendek.

"Bandung memiliki karakter wisata yang lengkap, mulai dari suasana kota yang sejuk, wisata kuliner, kawasan kreatif, hingga banyak pilihan aktivitas keluarga.

Kereta api menjadi pilihan karena perjalanan terasa lebih praktis dan pelanggan dapat menikmati waktu libur dengan lebih santai," ujar Anne Purba.

Lonjakan Penumpang KA Lokal dan Whoosh

Peningkatan pergerakan masyarakat di Jawa Barat juga terlihat signifikan pada angkutan kereta api lokal.